BANDARLAMPUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandarlampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau setelah tren kasus pneumonia mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan meski kondisi cuaca di Kota Bandarlampung masih berada pada kategori risiko rendah, masyarakat tetap tidak boleh lengah terhadap pengaruh udara yang lebih kering selama musim kemarau.
"Paparan udara kering dan suhu panas dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila masyarakat tidak menerapkan langkah pencegahan," kata Muhtadi, Senin (27/7).
Dirinya menjelaskan, suhu rata-rata di Bandar Lampung saat ini berkisar 25,9 hingga 26,4 derajat Celsius dengan durasi penyinaran matahari sekitar 4,2 jam per hari.
Kondisi tersebut dinilai masih aman, namun tetap berpotensi menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan dan gangguan pencernaan.
"Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kota Bandar Lampung pada Minggu ke-28 Tahun 2026, jumlah kasus pneumonia mencapai 55 kasus. Angka tersebut meningkat sekitar 48,6 persen dibandingkan empat pekan sebelumnya," jelasnya.
Selain pneumonia, kasus suspek demam tifoid juga menunjukkan kenaikan. Diskes mencatat terdapat 191 kasus atau meningkat sekitar 12,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sebanyak 2.335 kasus dan cenderung stabil. Begitu pula dengan kasus diare akut yang mencapai 319 kasus, sedangkan penyakit serupa influenza atau influenza-like illness (ILI) tercatat empat kasus tanpa perubahan berarti.
Muhtadi menerangkan, peningkatan risiko penyakit pernapasan dipengaruhi kondisi udara yang lebih kering sehingga saluran napas lebih mudah mengalami iritasi. Di sisi lain, suhu panas dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan maupun air sehingga meningkatkan risiko penyakit pencernaan, termasuk diare akut dan demam tifoid.
"Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi, menggunakan pakaian yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari aktivitas fisik berat terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB," ungkapnya.
Diskes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman dengan memastikan makanan dimasak hingga matang serta menggunakan air yang layak konsumsi. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga dianjurkan guna mengurangi paparan debu yang meningkat selama musim kemarau.
Muhtadi menambahkan, data SKDR merupakan hasil pelaporan dari seluruh puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama serta rumah sakit jejaring di Kota Bandar Lampung.
