PRINGSEWU – Ketenagakerjaan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai terobosan, salah satunya melalui program pemagangan ke Jepang.
Pada 2025, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pringsewu meningkat dari 4,39 persen menjadi 4,65 persen. Berdasarkan kelompok usia, sebanyak 75 persen masyarakat yang belum bekerja berada pada rentang usia 15 hingga 29 tahun.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemkab Pringsewu terus mendorong generasi muda untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang.
“Alhamdulillah, ikhtiar kami untuk mendorong anak-anak muda Pringsewu magang ke Jepang sudah berjalan sejak 2025. Pada tahun lalu kita mendapatkan 165 pendaftar, dan 59 peserta dinyatakan lolos. Dari 59 peserta tersebut, 10 peserta saat ini sudah berada di Jepang, dan sisanya akan diberangkatkan pada 3 Agustus 2026 mendatang,” ungkap Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.
Hal itu disampaikan Riyanto saat membuka seleksi program pemagangan ke Jepang yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dan IM Japan.
Riyanto berharap, jumlah peserta asal Pringsewu yang berhasil lolos seleksi program pemagangan ke Jepang tahun ini dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Penyelenggaraan Pemagangan Luar Negeri Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI M. Syikhab Adrie yang hadir bersama Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama Setditjen Binalavotas Teguh Hamonangan Sinurat serta perwakilan IM Japan Teguh Andriansyah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para mitra.
“Program pemagangan ke Jepang ini bentuk sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, serta para mitra,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, program pemagangan ke Jepang tersebut kini telah memasuki dekade ketiga. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 1.109 peserta telah diberangkatkan ke Jepang melalui program tersebut.
“Ini tentu merupakan kebanggaan bagi kita semua yang telah memberangkatkan para talenta muda. Mudah-mudahan peserta seleksi yang diadakan di Kabupaten Pringsewu ini bisa diberangkatkan semua,” harapnya.(sag/nca)
