“B50 itu bukan mengambil dari minyak goreng, tetapi dari alokasi ekspor. Jadi tidak ada hubungannya dengan kenaikan harga minyak goreng,” kata Amran.
Menurut Amran, dengan total produksi mencapai sekitar 52 juta ton dan kebutuhan domestik sekitar 20 juta ton, Indonesia justru berada dalam kondisi surplus bahan baku.
Amran menilai kenaikan harga minyak goreng di tengah pasokan melimpah merupakan anomali yang mengindikasikan adanya permainan di rantai distribusi.
Amran memastikan pemerintah akan menelusuri penyebab kenaikan tersebut dan mengambil langkah tegas untuk melindungi masyarakat serta menjaga harga tetap terjangkau. (ful)
Advertisements