MENGGALA - Dampak fenomena El Nino dan cuaca ekstrem yang saat ini melanda di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Tulangbawang (Tuba) menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah setempat.
Untuk menghadapi potensi dampak fenomena alam ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuba mengumpulkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Upaya ini untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak fenomena alam El Nino, khususnya terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tuba Anthoni mengatakan, pemerintah daerah ingin menyatukan langkah, sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca ekstrem saat ini.
Pemkab Tuba ingin bergotong-royong dengan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi ancaman kebakaran lahan yang dapat terjadi akibat dampak cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.
“Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana, melindungi lingkungan, menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Tulangbawang,” kata Anthoni, Selasa 21 Juli 2026.
Melalui koordinasi yang solid dan respons yang cepat, lanjut Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, pemerintah daerah akan terus berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan secara terpadu.
Anthoni mengungkapkan pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan.
Salah satu yang dapat dilakukan masyarakat yakni dengan tidak melakukan pembakaran sampah atau sejenisnya secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.
Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro meluruskan informasi yang sempat beredar terkait kebakaran lahan yang disebut terjadi di kawasan Wisata Alam Capit Urang, Kecamatan Metro Utara. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, titik kebakaran dipastikan berada di area perkebunan pohon jabon di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Karangrejo.
Kepala DLH Kota Metro, Suwandi, mengatakan lokasi yang ditinjau tim bukan berada di kawasan objek wisata Capit Urang sebagaimana informasi yang berkembang di masyarakat.
Menurut Suwandi, hasil peninjauan lapangan telah dilaporkan secara tertulis kepada Wali Kota Metro sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
