Dua Dapur MBG di Lampung Di-suspend

// Pasca Keracunan di Talangpadang dan Tegineneng
Prima Imansyah Permana - Senin, 27 Jul 2026 - 16:03 WIB
radar lampung
radar lampung - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG  – Penanganan dua kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran terus berlangsung.

Hingga kini, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sumber distribusi makanan masih berstatus di-suspend atau dihentikan sementara operasionalnya.

Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung Saipul mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan belum dapat diketahui dalam waktu dekat. Proses pengujian diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan.

"Biasanya untuk mengetahui hasil laboratorium bisa sekitar satu bulanan. Namun untuk proses pembenahan dapur dan memastikan SOP diterapkan, itu akan terus dijalankan baik oleh SPPI maupun dari Satgas," kata Saipul kepada Radar Lampung, Minggu 26 Juli 2026.

Advertisements

Menurut Saipul, dugaan sementara penyebab keracunan masih mengarah pada menu yang sebelumnya disampaikan, yakni ayam saus mentega pada kasus di Kabupaten Tanggamus dan sop buah pada kasus di Kabupaten Pesawaran. "Dugaan sementara memang ini," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti baru dapat dipastikan setelah hasil laboratorium keluar. Selama proses investigasi berlangsung, kedua dapur MBG tersebut belum diizinkan kembali beroperasi.

"Saat ini sedang di-suspend," tegasnya.

Saipul menjelaskan, penghentian sementara dilakukan agar pembenahan terhadap sistem pengolahan makanan dapat dilakukan secara menyeluruh, sekaligus memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) keamanan pangan diterapkan dengan baik sebelum layanan kembali berjalan.

Advertisements

Ia menambahkan, Satgas MBG bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) terus melakukan pendampingan kepada pengelola SPPG agar meningkatkan kualitas pengelolaan makanan.

"Kita terus meminta agar pengelola meningkatkan kualitas dan keamanan makanannya serta mematuhi aturan dan SOP," katanya.

Terkait kondisi para korban, Saipul memastikan tidak ada penambahan jumlah korban dari dua kejadian tersebut.

Korban di Kabupaten Tanggamus tetap berjumlah delapan siswa, sedangkan di Kabupaten Pesawaran sebanyak 33 orang, terdiri atas 32 siswa dan satu guru.

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements