“Para pendiri partai masing-masing tentu punya idealisme, punya ide, punya gagasan dan ideologi dalam konteks yang berbeda-beda,” tuturnya.
“Ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus dipertimbangkan. Ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai dengan semangat, motivasi, dan filosofi membangun partai masing-masing,” katanya.
“Jadi, sekali lagi, sebagai sebuah ide atau wacana, ya, atau gagasan, itu hal yang biasa saja, tetapi ketika mau diwujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, didiskusikan, dan direncanakan,” katanya. (yud)
Advertisements