Ia pun mengaku merasa senang dan tenang setiap kali merajut. Dalam prosesnya, Annisa kerap menggunakan pattern atau pola dari internet sebagai acuan.
Ia juga menjelaskan alat dan bahan yang digunakan cukup beragam, seperti hakpen, gunting, jarum tapestry, penanda jahitan, benang rajut, mata boneka, hingga dakron.
Namun, ia tak menampik adanya kendala, terutama karena banyak pattern berbahasa asing.
“Kadang harus diterjemahkan dulu, itu yang cukup menantang,” ujarnya.
Annisa juga mengakui pernah mengalami kebosanan atau kehabisan ide. Untuk mengatasinya, ia mencari referensi dari berbagai karya rajut lain.
Menurutnya, ketelitian dan kreativitas menjadi kunci menghasilkan produk yang baik.
“Kalau mau hasil bagus, harus teliti dan kreatif,” katanya.
Dari hobi tersebut, Annisa kemudian memberanikan diri membuka usaha “Koka Crochet”. Ide itu muncul setelah hasil rajutannya diminati teman-temannya.
“Awalnya ada teman yang mau beli, lalu banyak yang menyarankan untuk dijadikan usaha,” jelasnya.
Hingga kini, ia masih menjalankan usaha tersebut seorang diri, meski sesekali dibantu keluarga dan teman.
Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari gantungan kunci, buket bunga rajut, hingga boneka amigurumi.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi, dari Rp15 ribu untuk gantungan kunci sederhana hingga Rp200 ribuan untuk karakter full body yang lebih rumit.