“Saya baca jam 5 sore, ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diikat dan segala macam. Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh, jadi saya tidak tanya pihak sekolah,” ujar Aldewa.
Polresta Yogyakarta kini tengah melengkapi bukti-bukti formil untuk menjerat para pelaku yang terlibat dalam dugaan kekerasan dan penelantaran anak di bawah umur tersebut.
Kasus ini muncul bukan dari luar, melainkan dibongkar oleh mantan karyawan daycare tersebut.
Diduga eks karyawan ini tidak sanggup menahan kegelisahan hatinya karena melihat perlakuan terhadap anak-anak.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari kecurigaan karyawan yang melihat perlakuan pengasuh yang kurang manusiawi di daycare Little Aresha.
Karena merasa tidak nyaman, hal ini mendorong karyawan tersebut untuk mengambil keputusan besar untuk resign atau mengundurkan diri dari pekerjaannya.
“Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya juga mungkin kan. Ditelantarkan, akhirnya dia (karyawan) merasa tidak sesuai hati nurani minta resign,” ujar Pandia.
Sayangnya, langkah yang diambil justru berujung pada masalah baru.
Setelah mengundurkan diri, eks karyawan ini mengaku jika ijazahnya ditahan oleh pihak daycare.
Kondisi tersebut membuatnya tidak punya pilihan selain melaporkannya ke pihak berwajib.
Kemudian, pihak kepolisian pun segera menindaklanjuti laporan tersebut. Dari laporan inilah yang membuka pintu penyelidikan sampai akhirnya polisi melakukan penggerebekan.
Sosok pemilik daycare Little Aresha Jogja diburu warganet. Bahkan, kini struktur organisasi daycare Little Aresha di Umbulharjo, Yogyakarta terungkap.