BANDARLAMPUNG — Ketua Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Bandarlampung Christopan Deswansyah mendorong Polda Lampung dan jajaran serius mengatasi keamanan di Lampung dan Bandarlampung khususnya. MPC PP pun dengan kader dan semua anggota yang tersebar merata hingga anak cabang (setiap kecamatan) dan ranting (setial kekurahan), tegasnya, siap memberikan dukungan moril.
"Kami siap berkolaborasi dengan Polda dan jajaran untuk menciptakan situasi aman dari berbagai kejahatan. Utamanya curanmor dan begal yang sudah sangat meresahkan di Lampung. Bahkan jika diperlukan, kami juga siap turun langsung sesuai kapasitas dan kemampuan kami bersama-sama Polda dan jajaran," tegas Opan, sapaan akrab Christopan Deswansyah, didampingi Sekjen MLC PP Bandarlampung Darma Tabrani, Senin (10/5).
Paling tidak untuk mengawalinya, Polda Lampung dan jajaran menurutnya bisa membuka dialog bersama semua lapisan. "Termasuk di antaranya dengan ormas-ormas seperti kami, Pemuda Pancasila. Karena apa pun untuk kepentingan masyarakat, kita siap. Apalagi terkait keamanan, ketenangan, dan keselamatan masyarakat dari tindak kejahatan, " tandasnya.
Hal tersebut disampaikan Christopan dan Darma Tabrani karena tindak kejahatan curanmor dan begal yang kerap terjadi di Lampung sudah sangat meresahkan. Tidak hanya merugikan secara materil, tapi juga mengancam jiwa hingga merenggut nyawa korbannya.
Menurutnya seperti yang baru saja terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pagi lalu di Jalan ZA Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, seorang anggota Polda Lampung, Brigadir Arya Supena, tewas setelah berusaha menggagalkan tindak curanmor. "Kan ironis sekali, anggota polisi saja bisa menjadi korban. Ini artinya, kejahatan tersebut di Lampung sudah parah dan harus segera diatasi dengan sangat serius oleh Polda dan jajaran," tegasnya lagi.
Sebagaimana diketahui, Brigadir Arya Supena yang juga anggota Ditintelkam Polda Lampung, gugur setelah ditembak di kepalanya saat memergoki aksi curanmor. Perstiwa nahas tersebut terjadi di Jalan ZA Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Berawal ketika Brigadir Arya selepas piket melintas dan melihat dua pria mencurigakan mengutak-atik kunci setang motor salah satu karyawan toko kue di ZA Pagar Alam. Terdorong naluri Bhayangkaranya, ia pun menghampiri lalu menegur pelakunya.
Namun naas, salah satu pelaku langsung melepaskan tembakan hingga mengenai kepala Brigadir Arya. "Korban kena tembak di kepala sebelah kiri, tembus ke belakang. Setelah itu, korban jatuh di sela tiang telepon," ujar Edi, saksi mata yang melihat detik-detik mencekam tersebut.
Beberapa warga di sekitar yang mendengar letusan senjata api pun tak ada yang berani mendekat. Baru setelah para pelaku kabur, warga berani melapor.
Tidak lama berselang, polisi dan ambulans datang. Brigadir Arya kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis. Luka tembak di kepala terlalu parah hingga nyawanya tak bisa tertolong.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan peristiwa tersebut. “Betul, korban merupakan anggota Polda Lampung dan meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan di RS Bhayangkara,” tegasnya.(rim)
