LAMPUNG TIMUR – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Assahil mengadakan kegiatan Pasrah Bongkokan sebagai rangkaian penyambutan santri baru Tahun Ajaran 2026.
Tradisi ini menjadi simbol penyerahan amanah pendidikan dari orang tua kepada pesantren sekaligus peneguhan komitmen bersama dalam mendampingi perjalanan belajar para santri.
Mengangkat tema "Selaraskan Visi, Pahami Misi, Sukseskan Santri", kegiatan berlangsung pada Ahad, 12 Juli 2026, bertepatan dengan 27 Muharram 1448 H, mulai pukul 10.00 WIB di Abdul Qoyyum Mini Hall, kompleks PPTQ Assahil, Lampung Timur.
Tradisi Pasrah Bongkokan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penyerahan sepenuh hati para santri kepada bimbingan para masyayikh, guru, dan lembaga pesantren. Momentum ini juga menjadi sarana menyatukan tekad antara keluarga, santri, dan pesantren dalam mewujudkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.
Dalam materi kegiatan dijelaskan bahwa keberhasilan pendidikan di pesantren bertumpu pada tiga unsur utama, yakni doa serta dukungan orang tua, kesungguhan dan ketaatan santri, serta komitmen guru dan lembaga. Nilai tersebut selaras dengan kaidah ulama yang artinya dalam belajar dan memahami agama dibutuhkan kesungguhan dari tiga pihak: santri, guru, dan orang tua.
Pimpinan PPTQ Assahil, Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A., mengatakan Pasrah Bongkokan bukan sekadar seremoni penyambutan santri baru, melainkan momentum membangun keselarasan tujuan antara keluarga dan pesantren.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menyatukan visi orang tua, santri, dan pesantren dalam mendidik generasi Qur'ani. Ketika doa orang tua, kesungguhan santri, dan komitmen guru berjalan beriringan, insya Allah akan lahir pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dan memberi manfaat bagi umat," ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Eko Prasetiyo, S.E., Kepala Cabang Pembantu BSI Teluk Betung Bandar Lampung, yang menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PPTQ Assahil dalam membina generasi penghafal Al-Qur'an.
Menurutnya, Bank Syariah Indonesia siap menjalin kolaborasi dengan pesantren dalam mendukung berbagai program pendidikan dan pembinaan santri.
"Kami mengapresiasi peran PPTQ Assahil dalam mencetak generasi Qur'ani. BSI siap terus bersinergi agar berbagai program pendidikan di pesantren dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Melalui penyelenggaraan Pasrah Bongkokan, PPTQ Assahil berharap terbangun hubungan yang semakin erat antara orang tua, santri, dan lembaga, sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal serta melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat. (*)
