PTPN I Dukung Pengembangan Pusat Riset Bibit Perkebunan Nasional di Lampung Selatan

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Minggu, 12 Jul 2026 - 22:14 WIB
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, saat menghadiri diskusi strategis dan peninjauan lokasi di Kebun Kedaton Trikora, Regional 7, Lampung Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, saat menghadiri diskusi strategis dan peninjauan lokasi di Kebun Kedaton Trikora, Regional 7, Lampung Selatan, Sabtu (11/7/2026). - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

LAMPUNG SELATAN – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menyatakan kesiapan mendukung pembentukan Pusat Riset dan Pembibitan Tanaman Perkebunan Nasional di Kabupaten Lampung Selatan. Program yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan bibit unggul, meningkatkan produktivitas sektor perkebunan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, saat menghadiri diskusi strategis dan peninjauan lokasi di Kebun Kedaton Trikora, Regional 7, Lampung Selatan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan itu merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait rencana pembangunan kawasan riset dan pembibitan perkebunan seluas sekitar 100 hektare yang akan direalisasikan secara bertahap. Sebagai tahap awal, pengembangan akan dimulai pada lahan seluas lima hektare milik PTPN I Regional 7.
Pertemuan dipimpin Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan, dan dihadiri sejumlah pejabat dari kementerian, BUMN, pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Hadir di antaranya Direktur Aset PTPN III Agung Setya Imam Efendi, Direktur Pemasaran dan Aset PTPN I Arif Budiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Tenaga Ahli Kemenko Pangan Hadi Daryanto, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Bagus, dan akademisi Prof. Nelson.
Dalam kesempatan itu, Kasan mengapresiasi dukungan PTPN I terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pusat riset dan pembibitan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat realisasi program sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perkebunan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa PTPN I siap berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan pusat riset dan pembibitan tanaman perkebunan.
Menurutnya, keberadaan pusat riset tersebut akan menjadi fondasi penting untuk menghasilkan bibit unggul, memperkuat inovasi, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas perkebunan Indonesia.
"PTPN I siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pilot project ini. Kami meyakini pusat riset dan pembibitan akan menjadi motor penggerak lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sektor perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Abdul Rivai Ras.
Ia menjelaskan, kontribusi perusahaan tidak hanya berupa penyediaan lahan dan aset, tetapi juga membangun kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta berbagai pihak terkait agar pengembangan riset dapat berjalan optimal.
Selain mendukung peningkatan produktivitas perkebunan, program tersebut dinilai sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dikembangkan perusahaan.
"Melalui pengembangan riset, inovasi, dan penyediaan bibit unggul, kami ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.
Abdul Rivai juga memastikan seluruh bentuk kerja sama dalam pelaksanaan proyek akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, regulasi BUMN, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG) agar pelaksanaannya berlangsung transparan, akuntabel, dan profesional.
Dalam pembahasan tersebut, para peserta juga menyepakati sejumlah langkah strategis, mulai dari penetapan lokasi pembibitan tahap awal, rencana pemindahan koleksi bibit tanaman perkebunan dari Medan ke Lampung Selatan, hingga percepatan penyusunan dokumen kerja sama riset dan pengembangan.
Pada fase awal, pusat pembibitan akan memprioritaskan pengembangan sejumlah komoditas unggulan, seperti lada, kelapa, kakao, dan alpukat. Bibit yang dihasilkan nantinya direncanakan didistribusikan kepada petani di Kabupaten Lampung Selatan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.
Program riset tersebut juga akan melibatkan Universitas Indonesia Mandiri Lampung sebagai mitra akademik dalam pengembangan teknologi dan inovasi pembibitan.
Bagi PTPN I, pengembangan Pusat Riset dan Pembibitan Tanaman Perkebunan Nasional menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju korporasi agribisnis modern yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Ke depan, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi pusat inovasi, pendidikan, dan hilirisasi teknologi perkebunan yang mampu mendukung penyediaan bibit unggul nasional, memperkuat program swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global. (*)

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements