BANDARLAMPUNG – Memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi yang diduga terjatuh ke laut di perairan sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan.
Hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan meski area pencarian diperluas mengikuti prediksi pergerakan arus laut.
Korban diketahui merupakan warga Perum Mutiara Citra Asri Blok D24 RT 001/RW 014, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Sejak laporan diterima, Basarnas Lampung bersama unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran secara intensif dengan mengerahkan personel dan berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat proses pencarian.
Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara yang mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengatakan, strategi pencarian terus dievaluasi setiap hari berdasarkan kondisi di lapangan, termasuk memperhitungkan arah dan kecepatan arus laut yang berpotensi menggeser posisi korban.
"Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran sesuai prediksi pergerakan korban akibat pengaruh arus. Seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja maksimal agar korban dapat segera ditemukan," katanya, Minggu, 12 Juli 2026.
Pada hari ketiga operasi, tim mulai bergerak sejak pagi dengan menyisir perairan menuju Tanjung Tua yang berjarak sekitar delapan mil laut dari lokasi dugaan korban terjatuh.
"Setelah itu, pencarian dilanjutkan ke kawasan perairan Pulau Sebesi dengan cakupan sejauh 10 hingga 12 mil laut. Tim juga melakukan penyisiran mengelilingi Pulau Sebesi dalam radius sekitar satu mil laut untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat," ungkapnya.
Perluasan area pencarian dilakukan karena hasil pemetaan dan analisis SAR Map Prediction menunjukkan kemungkinan korban telah bergeser cukup jauh dari lokasi awal akibat pengaruh arus laut di Selat Sunda.
Sebelumnya, pada hari kedua operasi, Jumat, 10 Juli 2026, Tim SAR Gabungan memusatkan pencarian di sekitar titik dugaan korban jatuh menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Basarnas Lampung.
"Penyisiran dilakukan sejak pagi hingga sore hari, namun belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya," ujarnya.
Peristiwa ini bermula pada Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 01.42 WIB ketika KMP Batumandi hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Saat itu awak kapal mengumumkan agar seluruh penumpang kembali menuju kendaraan masing-masing sebagai persiapan proses bongkar muat.
