Namun, seorang ibu kemudian melapor kepada petugas kapal karena anaknya belum juga kembali ke kendaraan. Menindaklanjuti laporan tersebut, awak kapal langsung melakukan pencarian di seluruh bagian kapal sembari mengumumkan nama korban melalui pengeras suara sebanyak lima kali. Meski telah dilakukan pemanggilan berulang kali, korban tidak memberikan respons.
Pemeriksaan kemudian dilakukan di seluruh area kapal. Dalam proses tersebut, petugas menemukan sepasang sepatu dan sebuah jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu. Penemuan barang-barang tersebut memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh ke laut sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Bakauheni.
Informasi mengenai kejadian itu diterima Basarnas Lampung dari Supervisor Lapangan ASDP Bakauheni sekitar pukul 06.15 WIB pada hari yang sama. Tidak lama berselang, Pos SAR Bakauheni langsung mengerahkan personel menggunakan RIB 02 menuju lokasi dugaan korban jatuh untuk bergabung bersama unsur SAR gabungan.
Pada hari pertama operasi pencarian, tim sempat menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai adanya indikasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban di salah satu titik koordinat. Tim segera bergerak menuju lokasi tersebut dan melakukan penyisiran secara menyeluruh. Namun hingga operasi hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
Selama proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di wilayah operasi dilaporkan relatif cerah sehingga cukup mendukung aktivitas penyisiran di laut.
Meski demikian, kuatnya arus bawah laut menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bertugas karena dapat memengaruhi pergerakan korban sekaligus menyulitkan proses pencarian.
Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Bakauheni, TNI, Polri, ASDP Bakauheni, serta keluarga korban. Berbagai peralatan turut dikerahkan, di antaranya satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 02, kendaraan Rescue D-Max, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung lainnya. (mel/c1/yud)
