Jampidsus Terseret Kasus Korupsi

// Akui Rumahnya Digeledah
Yuda Pranata - Jumat, 10 Jul 2026 - 20:33 WIB
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah dijaga personel TNI di Jakarta, Rabu (8/7).
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah dijaga personel TNI di Jakarta, Rabu (8/7). - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA - Penggeledahan maraton yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya ternyata bukan sekadar mengusut satu perkara.

Penyidik tengah menjalankan skema joint investigation yang menggabungkan tiga kasus korupsi besar sekaligus, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN (Persero) yang diduga berkaitan dengan pemadaman listrik (blackout), dugaan korupsi dalam penanganan hukum PT Asabri (Persero) dan Asuransi Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Resources (KNI), anak usaha Krakatau Steel.

Skema penyidikan gabungan itu semakin menyita perhatian publik karena berlangsung bersamaan dengan penggeledahan pada sedikitnya 13 lokasi di Jakarta dan Tangerang Selatan, serta munculnya pengamanan di sekitar kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Meski demikian, hingga kini penyidik belum mengumumkan adanya penetapan tersangka maupun menyampaikan keterkaitan hukum Jampidsus dalam perkara yang sedang diusut.

Advertisements

Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto menjelaskan pihaknya memang sedang menjalankan penyidikan bersama dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Saat ini Kortas Tipidkor Polri sedang melaksanakan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," ujar Totok di Cipete, Jakarta Selatan.

Menurut Totok, skema tersebut dipilih untuk memperkuat koordinasi antarlembaga karena ketiga perkara diduga memiliki irisan modus, mulai dari dugaan suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya pergerakan baru yang dilakukan kepolisian dalam kasus tersebut pada Kamis malam, 9 Juli 2026 sekira pukul 23.20 WIB.

Advertisements

Ruko yang terletak di Jalan Asem II, Cipete Selatan, Jaksel tersebut jadi sasaran baru atau titik ke-13 berkat hasil pengembangan penyidik dalam kasus dugaan korupsi batu bara.

"Iya benar (terjadi penggeledahan ruko di Cipete)," ujar Budi kepada awa media pada Jumat, 10 Juli 2026.

"Dapat kami sampaikan penggeledahan di titik ke-13 ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan yang sebelumnya," tambah Budi.

Sama seperti penggeledahan di Cafe de'Clan Signature pada Rabu, 8 Juli 2026, penggeledahan dilakukan Polda Metro Jaya bersama tim Kortas Tipidkor Polri.

Advertisements

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source: disway.id
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements