Abdul Rivai Ras: Transformasi PTPN I Harus Dipercepat agar Mampu Bersaing di Tingkat Global

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Jumat, 10 Jul 2026 - 16:18 WIB
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Abdul Rivai Ras.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Abdul Rivai Ras. - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA – Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa transformasi perusahaan harus bergerak lebih cepat, terukur, dan progresif agar mampu menjawab tantangan industri perkebunan yang terus berkembang. Menurutnya, arah perubahan yang telah dijalankan perusahaan sudah berada di jalur yang benar, namun membutuhkan akselerasi melalui komitmen seluruh insan perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Rivai Ras di Jakarta, Jumat (10/7/2026), sekitar sepekan setelah resmi dipercaya memimpin PTPN I.

Doktor Ilmu Politik bidang Kebijakan Pertanahan itu mengatakan, transformasi korporasi pada era digital tidak cukup hanya mengandalkan perubahan struktural. Perusahaan juga harus membangun budaya kerja yang modern, profesional, tangguh, serta memiliki daya saing internasional.

"Perkebunan merupakan sektor strategis yang menjadi pemasok utama bahan baku industri. Selama kehidupan terus berjalan, kebutuhan terhadap hasil perkebunan akan tetap ada. Karena itu, seluruh aspek perusahaan harus terus diperkuat melalui modernisasi dan profesionalisme agar mampu berkembang lebih cepat," ujarnya.

Advertisements

Menurut Rivai, sektor agribisnis memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghasilkan keuntungan. Industri perkebunan menjadi salah satu sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memberikan dampak ekonomi hingga ke berbagai daerah.

Ia menilai transformasi perusahaan harus mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial melalui peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Transformasi bukan semata-mata untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memperbesar kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional," katanya.

Rivai menjelaskan bahwa industri perkebunan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persaingan global, perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga percepatan digitalisasi telah mengubah cara perusahaan mengelola bisnisnya.

Advertisements

Karena itu, menurutnya, mengelola PTPN I saat ini tidak lagi sebatas mengurus kegiatan budidaya tanaman atau mengejar target produksi, melainkan membangun korporasi negara yang mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus menghasilkan nilai tambah bagi negara.

Sebagai arah pengembangan perusahaan ke depan, PTPN I menetapkan lima pilar utama transformasi yang menjadi fondasi penguatan organisasi.

Pilar pertama adalah Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Rivai menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi dalam setiap aktivitas perusahaan.

"Tata kelola yang kuat merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan," ujarnya.

Advertisements

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements