Perkuat Swasembada Pangan Nasional, PTPN IV PalmCo Siapkan Pilot Project Kedelai

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Jumat, 10 Jul 2026 - 18:26 WIB
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai langkah diversifikasi usaha sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan dalam negeri.
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai langkah diversifikasi usaha sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan dalam negeri. - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo terus memperkuat kontribusinya terhadap program swasembada pangan nasional. Memasuki paruh kedua 2026, subholding perkebunan PTPN III (Persero) tersebut tengah mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai langkah diversifikasi usaha sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan dalam negeri.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pengembangan komoditas kedelai merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan strategis.
"Kedelai merupakan salah satu komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, PalmCo berupaya mempersiapkan pilot project ini secara matang agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi nasional," ujar Jatmiko.
Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja ke sentra produksi kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026. Seusai kunjungan tersebut, PalmCo langsung merealisasikan gerakan tanam kedelai perdana di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, sebagai tahap awal implementasi program.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan menggandeng Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara untuk memberikan pendampingan teknis sekaligus menerapkan teknologi budidaya menggunakan varietas unggul Grobogan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas kedelai sekaligus menjadi model pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan di Sumatera Utara.

Dukung Pengurangan Impor Kedelai

Pengembangan kedelai dinilai memiliki arti penting mengingat kebutuhan nasional terhadap komoditas tersebut masih jauh melampaui kemampuan produksi dalam negeri.
Saat ini konsumsi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sedangkan produksi domestik belum mampu memenuhi permintaan sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari impor.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi nasional melalui berbagai strategi, mulai dari perluasan areal tanam, penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
PalmCo melihat Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu contoh keberhasilan pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil kajian lapangan, petani di wilayah tersebut menerapkan pola tanam yang memadukan padi, kedelai, dan bawang merah dalam satu siklus tahunan.
Didukung sistem irigasi yang memadai serta kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di kawasan itu mampu mencapai sekitar 1,7 hingga 2,1 ton per hektare, bahkan berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi budidaya berbasis organik dan prebiotik.

Kajian Lahan Masih Berlangsung

Advertisements

Sebagai bagian dari tahapan persiapan, PalmCo saat ini masih melakukan serangkaian kajian teknis untuk menentukan lokasi terbaik bagi pelaksanaan pilot project.
Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, di antaranya kondisi tanah, ketersediaan sumber air, topografi, serta kesesuaian agroklimat agar pengembangan kedelai dapat memberikan hasil optimal dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan program ini dijalankan di lahan yang benar-benar memiliki potensi keberhasilan tinggi. Karena itu, seluruh aspek teknis sedang dikaji secara komprehensif sebelum memasuki tahap implementasi penuh," jelas Jatmiko.
Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, lembaga penelitian, dan para petani, PalmCo berharap proyek percontohan tersebut mampu menjadi model pengembangan kedelai nasional yang tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen PalmCo untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi komoditas dan penguatan sektor pertanian yang modern, produktif, serta berkelanjutan. (*)

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements