Kredit Perbankan Lampung Tembus Rp114,57 Triliun

Prima Imansyah Permana - Jumat, 10 Jul 2026 - 20:33 WIB
radar lampung
radar lampung - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG – Industri jasa keuangan di Provinsi Lampung menunjukkan kinerja yang tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hingga Mei 2026, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp114,57 triliun, tumbuh 5,35 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di saat yang sama, penghimpunan dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat lebih tinggi, yakni 8,77 persen menjadi Rp75,20 triliun.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan kondisi sektor jasa keuangan di Lampung hingga semester I 2026 masih berada dalam kondisi sehat, resilien, dan mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

"Kondisi sektor jasa keuangan Lampung hingga Semester I 2026 tetap sehat, resilien, dan mampu menjaga fungsi intermediasi. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Fokus kami bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan sektor jasa keuangan benar-benar hadir mendukung masyarakat, UMKM, dan pembangunan daerah," ujar Otto dalam kegiatan Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Semester I 2026 di Hotel Azana, Jumat (10/7).

Advertisements

Menurut Otto, capaian tersebut menunjukkan industri jasa keuangan di Lampung masih memiliki daya tahan yang kuat menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, gejolak geopolitik, hingga ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Data OJK menunjukkan pertumbuhan kredit ditopang oleh tiga jenis pembiayaan utama. Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp54,64 triliun, meningkat 2,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kredit investasi menjadi jenis pembiayaan dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 9 persen menjadi Rp18,93 triliun. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan mulai meningkatnya aktivitas investasi dan ekspansi usaha di berbagai sektor ekonomi.

Adapun kredit konsumsi tumbuh 8,15 persen menjadi Rp40,99 triliun, menunjukkan daya beli masyarakat masih relatif terjaga.

Advertisements

Di sisi lain, kualitas kredit juga tetap berada dalam kategori sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat sebesar 2,73 persen atau senilai Rp3,13 triliun, sedangkan NPL Net berada di angka 1,31 persen, jauh di bawah batas aman yang ditetapkan regulator.

"Stabilitas kualitas kredit ini menjadi indikator bahwa sektor perbankan di Lampung masih mampu mengelola risiko pembiayaan dengan baik," jelas Otto.

Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan juga tercermin dari meningkatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Mei 2026, total DPK mencapai Rp75,20 triliun, meningkat sekitar Rp6,06 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komposisi dana masyarakat tersebut terdiri atas tabungan Rp43,35 triliun, deposito Rp19,77 triliun, dan giro Rp12,08 triliun.

Advertisements

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements