Lampung Selatan - Gangguan aplikasi Ferizy dan sistem pencetakan tiket membuat layanan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sempat lumpuh sekitar 3 jam.
Lumpuhnya sistem Ferizy membuat antrian kendaraan yang hendak memasuki Pelabuhan Bakauheni sempat mengular hingga 2 kilometer, baik dari keluar jalur tol maupun arteri.
Salah seorang supir mobil ekspedisi Arian mengatakan, hanya bisa pasrah dan menunggu saat sistem pencetakan tiket penyeberangan bermasalah sedari Kamis (9/7/2206) siang.
"Jadi tiketnya itu error tidak mau keluar, lama dari siang saya. Informasi dari pengurus cuma nanti dikabari," akunya.
Baru kali ini ia mengalami kejadian tersebut, mau tak mau pengeluaran pun bertambah untuk makan dan uang BBM. Apesnya lagi, ia terancam sanksi dari perusahaan.
"Apalagi mobil paket, kita sistemnya di waktu kalau telat 1 jam potongannya Rp200 ribu. Pasti dirugikan, belum uang makan minyak," keluh Arian.
Mobil ekspedisi yang ia kemudikan sudah terjebak antrian sekitar 2 jam lamanya, ketidakpastian waktu penyeberangan masih menggelayuti.
"Seharusnya dari tadi jam 15.00 WIB sudah menyeberang, sekarang jam 17.00 WIB (masih antri)," imbuh Arian.
Senada, supir mobil ekspedisi lainnya bernama Dodi juga mengeluhkan terjebak antrian berjam-jam dan terancam sanksi dari perusahaan.
"Sudah 3 jam. Sistem tiket, kurang tahu sistem ya dari sana. Pengiriman telat pasti, pasti ada sanksi potong uang jalan dan ongkos," kritik Dodi.
Humas ASDP Cabang Bakauheni, Andi Kurniawan menjelaskan, gangguan pada aplikasi Ferizy disebabkan oleh kebakaran dan berdampak ke data center.
"Ada kebakaran, sehingga berdampak ke jaringan ke data center Nucentrix Telkom. Jadi berpengaruh ke Ferizy," ujar Andi kepada media.
