Pilar kedua berfokus pada penguatan manajemen risiko. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi dan mengelola risiko menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah ketidakpastian bisnis global. Integrasi fungsi keuangan dan manajemen risiko dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan perusahaan terhadap berbagai tantangan, mulai dari volatilitas harga komoditas hingga penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Perusahaan yang sehat bukan hanya mampu memperoleh keuntungan, tetapi juga mampu mengelola risiko secara terukur sehingga tetap bertumbuh secara berkelanjutan," katanya.
Transformasi juga diarahkan melalui percepatan digitalisasi sebagai pilar ketiga. Rivai menjelaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi baru, melainkan perubahan pola kerja yang lebih efektif, cepat, akurat, dan berbasis data. Implementasi smart farming, integrasi sistem informasi, serta digitalisasi proses bisnis diyakini akan meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi operasional perusahaan.
Pada pilar keempat, PTPN I akan mengoptimalkan seluruh aset negara yang dikelolanya agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selain mendukung peningkatan kinerja perusahaan, optimalisasi aset juga diharapkan mendorong terbentuknya kemitraan yang lebih inklusif, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar area operasional.
Adapun pilar terakhir adalah penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Rivai menegaskan bahwa keberhasilan transformasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara perusahaan dengan pemerintah, regulator, legislatif, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.
"Transformasi bukan pekerjaan individu, melainkan gerakan bersama. Dengan tata kelola yang kuat, inovasi, digitalisasi, serta kolaborasi yang solid, kami optimistis PTPN I mampu berkembang menjadi perusahaan agribisnis nasional yang kompetitif dan sejajar dengan perusahaan perkebunan terbaik di dunia," tegasnya.
Melalui implementasi lima pilar tersebut, PTPN I menegaskan komitmennya membangun korporasi agribisnis modern yang mengedepankan profesionalisme, efisiensi, inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu motor penggerak industri perkebunan nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan ekonomi Indonesia. (*)
