Lampung Selatan - Perkara hukum yang sedang dihadapi mbah Mujiran menyulut aksi anggota Komisi 3 DPR RI Sudin disebut siap mengganti segala kerugian yang timbul bagi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN).
Pesan tegas dari Sudin tersebut, disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan Merik Havit paska mengunjungi mbah Mujiran di Lapas Kelas IIA Kalianda.
"Menindaklanjuti masalah mbah Mujiran, Alhamdulillah hari Sabtu (16/5) kemarin saya ke Lapas memberikan tali asih dari anggota Komisi 3 DPR RI yaitu pak Sudin berbentuk uang," buka Merik, Rabu (20/5/2026).
Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Merik itu, Sudin tersambung dengan Mbah Mujiran lewat sambungan telepon video untuk menyampaikan dukungan penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ).
"Arahan beliau adalah yang pertama memberikan motivasi kepada mbah Mujiran agar sabar ikuti proses hukum, dan pak Sudin berharap ini di RJ-kan. Walaupun hari ini hasil persidangan PTPN masih harus berkoordinasi dulu," imbuh Merik.
Masih dalam percakapan tersebut, Sudin sempat memunculkan wacana mengusulkan ke Komisi 3 DPR RI untuk memanggil pihak PTPN.
"Pak Sudin siap untuk memberikan uang damai berapapun PTPN minta kalau damai, yang penting ini di RJ-kan dan bisa pulang," tegas Merik.
"Kasian kan umur 74 tahun jangan sampai meninggal didalam Lapas, karena hadirnya PTPN yakni BUMN yang seharusnya mensejahterakan masyarakat jangan taklik buta kenapa sih mbah Mujiran mencuri," kritik Merik.
Merik menimpali, penegakan hukum harus terus berjalan namun ada kalanya tidak mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan seperti halnya perkara Mbah Mujiran bisa diselesaikan secara damai.
"Sangat layak, kenapa tidak layak. Walaupun mbah Mujiran ini dipaksa mengakui mengambil sepuluh karung, namun dia tetap hanya mengakui dua karung," cetusnya.
Merik berharap, Sudin mau menghubungi Komisaris PTPN untuk membahas jalan damai perkara Mbah Mujiran dan bisa terwujud dalam waktu dekat.
Di lain sisi, seluruh elemen masyarakat harus mengawal jalannya persidangan perkara Mbah Mujiran lantaran dilatarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi mendesak semata.
