gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Rabu, 06 Mei 2026 - 21:02 WIB
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto  saat menjelaskan pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan I dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II tahun 2026.
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto saat menjelaskan pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan I dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II tahun 2026. - Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I-2026 mencatatkan performa impresif dan inflasi terkendali akan berlanjut pada triwulan II-2026.

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI) pada triwulan I tahun 2026, ekonomi  Lampung tumbuh 5,58 persen (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan wilayah Sumatera yang berada di angka 5,13 persen.

Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan tren penguatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,54 persen. Pertumbuhan ini didominasi oleh performa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang melonjak hingga 9,89 persen.

“Kinerja lapangan usaha pertanian terakselerasi sejalan dengan puncak panen raya padi dan jagung. Selain itu, sektor akomodasi serta makan dan minuman tumbuh kuat sebesar 12,43 persen, didorong oleh implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Bimo saat diwawancarai usai acara Bincang Literasi bersama Media, di KPw BI Lampung pada hari Rabu, 6 Mei 2026.

Advertisements

Senada dengan hal tersebut, Deputy Direktur KPw BI Lampung, Achmad P. Subarkah, mengungkapkan bahwa solidnya ekonomi Lampung juga tecermin dari sisi konsumsi masyarakat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung tetap bertahan di zona optimis pada level 120,33.

Indikator lain yang menunjukkan geliat ekonomi adalah Indeks Penjualan Riil (IPR) yang meroket menjadi 240,84, naik dari angka 227,74 pada triwulan sebelumnya.

“Kenaikan IPR ini terutama motornya ada di kelompok suku cadang, aksesori, serta makanan dan minuman. Di sisi pembiayaan, kredit investasi juga tumbuh positif, menandakan pelaku usaha sangat percaya diri dengan iklim investasi di Lampung saat ini,” jelas Achmad P. Subarkah.

Bimo juga menilai adanya fenomena menarik di sektor otomotif awal tahun ini. Peningkatan penjualan kendaraan bermotor di Lampung dipicu oleh daya beli masyarakat yang menguat serta munculnya model-model kendaraan baru, termasuk pengaruh dari berlanjutnya insentif kendaraan listrik (EV).

Advertisements

“Semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan BBM ke listrik. Meski data spesifik untuk level provinsi masih dalam proses sinkronisasi, secara nasional trennya sudah sangat terlihat,” tambah Bimo Epyanto.

Bimo memproyeksikan Inflasi Lampung pada Triwulan II 2026 tetap terkendali atau stabil pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen.

Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko global dan perubahan iklim. Untuk itu, Bimo menyampaikan, BI Lampung sendiri telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menyikapi hal tersebut.

Seperti, Sektor Primer, stabilisasi harga pangan melalui produktivitas pertanian dan sinergi TPID. Investasi, mendorong hilirisasi komoditas unggulan dan promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements