MALANG – Upaya hilirisasi sektor perkebunan yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) melalui anak usahanya, PT Energi Agro Nusantara (Enero), mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Penghargaan tersebut disampaikan saat Presiden mengunjungi booth PTPN I pada rangkaian Panen Raya TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Presiden menilai langkah PTPN I mengembangkan industri bioetanol merupakan bentuk respons cepat terhadap agenda hilirisasi dan ketahanan energi yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah.
PT Energi Agro Nusantara didirikan pada 2013 sebagai pelopor pengembangan energi alternatif di lingkungan BUMN perkebunan dengan mengolah tetes tebu (molase) hasil samping pabrik gula menjadi bioetanol. Seiring arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat swasembada energi, perusahaan terus meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas produknya.
Di bawah pengelolaan PTPN I, Enero kini mampu memproduksi bioetanol berkadar 99,5 persen yang telah memenuhi spesifikasi fuel grade ethanol untuk kebutuhan campuran bahan bakar ramah lingkungan.
Saat meninjau booth PTPN I, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Presiden menyampaikan bahwa pengolahan komoditas dalam negeri menjadi produk bernilai tambah merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi nasional.
"Ini merupakan langkah yang baik dalam mendorong hilirisasi. Kita harus mampu mengolah potensi dalam negeri menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat bagi bangsa," ujar Presiden Prabowo.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, mengatakan pengembangan bioetanol merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui hilirisasi.
"Melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero), kami mengolah tetes tebu menjadi bioetanol dengan kapasitas produksi mencapai 100 kiloliter per hari. Bioetanol tersebut dimanfaatkan sebagai fuel grade ethanol untuk campuran bahan bakar, termasuk Pertamax Green 95," ujar Abdul Rivai Ras.
Selain memproduksi fuel grade ethanol, PT Enero juga menghasilkan sejumlah produk turunan lainnya, seperti extra neutral alcohol untuk industri farmasi dan kosmetik, spiritus, serta pupuk hayati.
Menurut Abdul Rivai Ras, pengembangan bioetanol merupakan bentuk komitmen PTPN I dalam mendukung agenda pemerintah di bidang ketahanan energi melalui optimalisasi sumber daya perkebunan dan penguatan hilirisasi industri.
"Transformasi PTPN I tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan hilirisasi. Bioetanol menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional," katanya.
Kegiatan Panen Raya TNI tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, jajaran pimpinan TNI, kepala lembaga negara, kepala daerah, serta direksi sejumlah BUMN.
Melalui pengembangan PT Energi Agro Nusantara, PTPN I terus memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam pembangunan ekosistem energi hijau nasional. Hilirisasi tebu menjadi bioetanol diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, tetapi juga mendukung terwujudnya ketahanan energi, pengurangan emisi karbon, dan kemandirian energi Indonesia. (*)
