Lampung Tegaskan Dominasi Produsen Tapioka, Ekspor 3.330 Ton ke Tiongkok

Provinsi Lampung kembali menegaskan dominasinya sebagai produsen utama tapioka nasional dengan melepas ekspor perdana sebanyak 3.330 ton ke Tiongkok, Selasa (5/5/2026).
Agung Budiarto - Selasa, 05 Mei 2026 - 16:53 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal - DISKOMINFOTIK LAMPUNG

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung kembali menegaskan dominasinya sebagai produsen utama tapioka nasional dengan melepas ekspor perdana sebanyak 3.330 ton ke Tiongkok, Selasa (5/5/2026).

Ekspor ini menjadi bagian dari strategi percepatan hilirisasi komoditas singkong guna meningkatkan nilai tambah serta mendorong kesejahteraan petani di daerah.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan pemerintah provinsi kini memprioritaskan stabilitas ekosistem singkong. Hal ini mengingat kontribusi Lampung yang mencapai sekitar 70 persen terhadap produksi tapioka nasional.

Menurutnya, penguatan regulasi melalui Peraturan Gubernur (Pergub) terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan perlindungan harga di tingkat petani.

Advertisements

“Kami mendorong transformasi singkong dari komoditas mentah menjadi produk industri yang berdaya saing global. Fokusnya memastikan industri mampu menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Lampung juga menggagas pembangunan National Cassava Center bekerja sama dengan Universitas Lampung. Pusat riset ini ditargetkan menghasilkan varietas unggul berkadar aci tinggi serta pengembangan alat dan mesin pertanian khusus singkong guna menekan biaya produksi.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Lampung di pasar internasional, terutama menghadapi negara produsen seperti Thailand dan Vietnam.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, mencatat tren ekspor tapioka Lampung terus menunjukkan peningkatan. 

Advertisements

Hingga April 2026, volume ekspor telah mencapai sekitar 10.000 ton atau hampir 50 persen dari total ekspor tahun sebelumnya sebesar 22.500 ton dengan nilai Rp130 miliar.

Ia menegaskan bahwa kualitas tapioka Lampung telah memenuhi standar pasar internasional yang ketat, termasuk dari sisi keamanan dan sertifikasi karantina.

“Kami memastikan setiap produk yang diekspor telah melalui proses sertifikasi sehingga dapat diterima di pasar global,” jelasnya.

Di sisi industri, CEO PT Intan Grup, Jeremy Gozal, menyebut ekspor ke Tiongkok menjadi langkah awal dalam memperluas pasar global. Saat ini, pihaknya juga mencatat potensi permintaan dari Korea Selatan dan Bangladesh.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements