BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mulai menyusun arah pembangunan
tahun anggaran 2027 melalui penyampaian nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan
Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kepada DPRD Bandarlampung.
Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya pembenahan drainase, menjadi salah satu fokus utama
selain peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan penyusunan KUA-PPAS 2027 merupakan bagian dari
tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengacu pada Rencana
Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Dokumen tersebut juga telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi
Lampung, serta disampaikan dalam rapat paripurna di DPRD Bandarlampung, Senin (20/7/).
Menurut Eva, pembangunan pada 2027 tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah,
tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
"Seluruh usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang telah disinkronkan dengan kebijakan
pemerintah pusat dan provinsi untuk kemudian dijalankan oleh seluruh perangkat daerah," katanya.
Ia menjelaskan, terdapat tujuh prioritas pembangunan yang menjadi pedoman pemerintah daerah pada
2027, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi,
peningkatan kesejahteraan sosial, pembangunan infrastruktur dan sarana perkotaan, penguatan
ketertiban dan keamanan, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui inovasi, serta pembangunan
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan pencapaian standar pelayanan minimal, pengentasan
kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, tindak lanjut hasil Musrenbang,
hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang baik.
Usai rapat paripurna, Eva menegaskan pembangunan fisik pada 2027 tidak lagi hanya berfokus pada
peningkatan kualitas jalan. Pemkot kini memberikan perhatian lebih terhadap pembenahan sistem
drainase sebagai upaya mengurangi genangan di sejumlah wilayah.
"Fokus pembangunan sekarang bukan hanya jalan, tetapi juga drainase. Selain itu, kita juga
memprioritaskan pembangunan beberapa Puskesmas dan penambahan sekolah, termasuk jenjang
SMP," ujarnya.
Eva juga menyinggung rencana pembangunan Sekolah Siger yang hingga kini masih menunggu
persetujuan Pemerintah Provinsi Lampung.
"Sekolah Siger masih menunggu persetujuan dari provinsi. Sambil menunggu, anak-anak kita titipkan
terlebih dahulu di sekolah-sekolah swasta yang tersedia. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan
baik," katanya.
