Kemendiktisaintek Perkuat Akuntabilitas dan Ekosistem Riset

Syaiful Mahrum - Jumat, 17 Jul 2026 - 20:09 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). - Foto Humas Kemendiktisaintek

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam penguatan tata kelola dan perluasan akses pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu hingga Kamis di Gedung Parlemen (15-16/7).

 

“Kami akan terus memperluas akses dan keberlanjutan studi masyarakat, memperkuat kapasitas perguruan tinggi dan ekosistem riset, serta mendorong peningkatan angka partisipasi kasar perguruan tinggi sebagai bagian dari semangat Diktisaintek Berdampak,” tegas Brian.


Capaian berbagai program prioritas nasional yang menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) turut dipaparkan oleh Kemendiktisaintek dalam rapat ini. Program bantuan pendidikan dan beasiswa menunjukkan kinerja yang tinggi, dengan realisasi anggaran beasiswa mencapai 99,99%. 

Advertisements

Selain itu, program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) juga mencatat realisasi penerima yang melampaui target, antara lain melalui optimalisasi bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari wilayah terdampak bencana dan daerah afirmasi.

Di bidang penguatan ekosistem pendidikan dan riset, Kemendiktisaintek melaporkan kemajuan program SMA Unggul Garuda. Sebanyak 12 sekolah transformasi telah mencapai target pelaksanaan 100%, sementara pembangunan empat sekolah baru terus berjalan dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2026.


Selain itu, berbagai program penelitian kompetitif, bantuan kelembagaan perguruan tinggi, serta penguatan riset dan inovasi nasional menunjukkan capaian yang positif. Beberapa program bahkan melampaui target luaran berkat dukungan kolaborasi dengan dunia industri dan kementerian/lembaga mitra.

Dari sisi akuntabilitas keuangan, Kemendiktisaintek kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Seluruh 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) juga berhasil memperoleh opini WTP. Sementara itu, jumlah satuan kerja BLU yang memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya.

Advertisements

Brian menegaskan bahwa berbagai rekomendasi BPK RI akan menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kementerian.

“Kami akan terus memperkuat pengendalian internal, pengamanan aset, penataan BMN, serta penguatan sistem data yang akurat dan terintegrasi guna mendukung tertib administrasi dan ketepatan pengambilan kebijakan,” tegas Menteri Brian.

Lebih lanjut, Brian menyampaikan bahwa realisasi belanja Kemendiktisaintek pada Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai Rp55,49 triliun atau sebesar 94,81% dari total pagu anggaran sebesar Rp58,53 triliun. Selain itu, realisasi pendapatan kementerian juga melampaui target, yakni mencapai Rp11,48 triliun atau sebesar 109,39% dari target sebesar Rp10,49 triliun. Pendapatan tersebut antara lain berasal dari layanan pendidikan Badan Layanan Umum (BLU), hasil kerja sama BLU, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

Brian menjelaskan bahwa capaian tersebut turut didukung oleh kinerja perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang memperoleh Nilai Kinerja Anggaran (NKA) sebesar 93,46 atau masuk dalam kategori sangat baik.

Share:
Editor: Syaiful Mahrum
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements