LAMPUNG TENGAH – SMK Muhammadiyah Seputih Raman terus memperkuat kualitas tenaga pendidiknya dengan menyelenggarakan In House Training (IHT) pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah sejak pagi hingga sore hari tersebut diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
Pelatihan dibuka oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Seputih Raman, Nazirul Rahman. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi perubahan zaman.
"Guru harus mampu menjadi teladan sekaligus terus mengembangkan kompetensinya. Penguasaan teknologi menjadi kebutuhan agar lulusan SMK Muhammadiyah mampu bersaing serta membawa nama baik sekolah dan persyarikatan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, sekolah menghadirkan Asep Perdiansyah, S.Pd., M.Pd., Gr., Founder School Trainer Educational sekaligus Direktur Kurikulum PPTQ Assahil, sebagai narasumber utama. Mengangkat tema "How To Be A Great Teacher", ia membimbing peserta mempelajari berbagai strategi pembelajaran berbasis teknologi, mulai dari penyusunan multimedia interaktif hingga pengembangan gim edukasi menggunakan aplikasi digital.
Kepala SMK Muhammadiyah Seputih Raman, Rusmadi, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan IHT merupakan bagian dari strategi sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Menurutnya, transformasi dunia industri menuntut sekolah kejuruan untuk bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi agenda sekolah, tetapi menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan guru. Kami ingin para pendidik mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif sehingga peserta didik memiliki bekal yang kuat untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha," katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Khamim Ardhi, S.Pd., menjelaskan bahwa materi yang diberikan sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses pembelajaran.
Ia berharap seluruh guru dapat mengintegrasikan media digital hasil pelatihan ke dalam modul ajar dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan pada semester berikutnya.
"Kami akan mendampingi implementasinya agar hasil pelatihan benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus sesuai dengan kebutuhan peserta didik," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Pengawas Pembina SMK Wilayah VI Lampung Tengah, Sophan Krisna Aji, S.Pd., M.M.. Ia menilai inisiatif sekolah menyelenggarakan pelatihan seperti ini menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan pelatihan akan terlihat ketika berbagai inovasi yang diperoleh benar-benar diterapkan di ruang kelas dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas lulusan.
Dalam sesi materi, Asep Perdiansyah mengingatkan bahwa peran guru pada era digital tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi pelajaran. Guru dituntut menjadi perancang pengalaman belajar yang mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri.
"Pembelajaran yang menarik akan membuat siswa lebih aktif. Melalui multimedia interaktif maupun gim edukasi, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja," jelasnya.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan media pembelajaran digital sesuai bidang keahlian masing-masing. Guru-guru juga berlatih merancang berbagai bentuk kuis dan aktivitas berbasis aplikasi yang dapat digunakan pada mata pelajaran normatif, adaptif, maupun produktif.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah akan melakukan pendampingan sekaligus evaluasi terhadap implementasi hasil pelatihan. Kepala sekolah meminta setiap guru menghasilkan minimal satu media pembelajaran interaktif dan satu gim edukasi yang akan digunakan pada proses pembelajaran semester mendatang.
Melalui program ini, SMK Muhammadiyah Seputih Raman berharap budaya inovasi semakin berkembang di kalangan pendidik. Dengan kompetensi guru yang terus meningkat, sekolah optimistis mampu mencetak lulusan yang berkarakter, menguasai teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. (*)
