PTPN I Perkuat Pengembangan Bioetanol untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Kamis, 16 Jul 2026 - 21:20 WIB
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, saat menghadiri Leaders' Briefing 2026 bertema
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, saat menghadiri Leaders' Briefing 2026 bertema "Membangun Ketahanan Energi dan Mobilitas Nasional" di Jakarta, Kamis (16/7/2026). - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju energi bersih melalui pengembangan bioetanol berbasis komoditas perkebunan. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Komitmen itu disampaikan Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, saat menghadiri Leaders' Briefing 2026 bertema "Membangun Ketahanan Energi dan Mobilitas Nasional" di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurut Abdul Rivai Ras, sebagai satu-satunya BUMN sektor pangan yang memproduksi bioetanol, PTPN I memiliki posisi strategis dalam mendukung penyediaan energi terbarukan nasional. Namun, ia menilai pengembangan industri bioetanol harus didukung ekosistem yang terintegrasi agar mampu memberikan manfaat maksimal.
"Sebagai satu-satunya BUMN pangan yang memproduksi bioetanol, PTPN I memegang peran strategis dalam menyediakan energi terbarukan. Namun, potensi besar ini baru bisa optimal jika kita membangun ekosistem industri yang benar-benar terintegrasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan ekosistem tersebut mencakup peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan, pengembangan rantai pasok, serta optimalisasi penyerapan bioetanol di pasar domestik.
Menurutnya, bioetanol tidak hanya berfungsi sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk membantu menekan emisi karbon, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui program hilirisasi industri.
Abdul Rivai Ras menegaskan, percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, sektor swasta, akademisi, hingga seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan bioetanol berjalan optimal.
"Pengembangan energi terbarukan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, bioetanol dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat kemandirian energi Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, langkah PTPN I dalam mengembangkan bioetanol merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang berorientasi pada inovasi, hilirisasi, dan pemanfaatan sumber daya terbarukan secara berkelanjutan.
Strategi tersebut juga dinilai selaras dengan implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya mempercepat swasembada energi, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global.
Forum Leaders' Briefing 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, jajaran pimpinan BUMN, pelaku industri, akademisi, serta insan media nasional.
Melalui pengembangan bioetanol, PTPN I menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi di sektor agribisnis yang tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi hijau, penguatan ketahanan energi, dan terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi. (*)

 

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements