Prima Imansyah Permana - Rabu, 10 Jun 2026 - 20:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2026 di Novotel Bandarlampung, Rabu (10/6).
Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2026 di Novotel Bandarlampung, Rabu (10/6). - Foto Prima Imansyah Permana

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2026 di Novotel Bandarlampung, Rabu (10/6).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa nasionalisme merupakan fondasi utama kemajuan ekonomi suatu bangsa.

Presiden tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 14.06 WIB mengenakan kemeja safari warna cokelat dan peci hitam. Kehadirannya disambut ribuan peserta munas yang telah memadati arena kegiatan.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Advertisements

Munas XVIII Hipmi mengusung tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional” dan dihadiri lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota HIPMI se-Indonesia, jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga legislatif, kepala daerah, senior HIPMI, hingga pelaku usaha nasional.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pengusaha muda memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani mengambil risiko, menciptakan usaha, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Pengusaha muda adalah salah satu kekuatan penting dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia. Kita membutuhkan anak-anak muda yang berani mengambil risiko, membangun usaha, membuka lapangan kerja, dan ikut memperkuat kemandirian bangsa. Pemerintah akan terus mendorong ekosistem yang memberi ruang bagi pengusaha nasional untuk tumbuh dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Prabowo.

Advertisements

Dalam arahannya, Prabowo secara khusus menyoroti pentingnya nasionalisme sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Ia mengutip pemikiran sosiolog ekonomi dunia, Profesor Liah Greenfeld, dalam bukunya The Spirit of Capitalism.

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi modern tidak dapat berjalan secara otomatis tanpa adanya semangat nasionalisme yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, hingga Tiongkok mampu berkembang pesat karena memiliki fondasi nasionalisme yang kuat dalam membangun ekonominya.

“Karakteristik pertumbuhan ekonomi modern tidak bisa bertahan dengan sendirinya. Pertumbuhan itu didorong dan dipertahankan oleh nasionalisme,” tegasnya.

Advertisements

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements