BANDARLAMPUNG – Program Travel4All Mampir Malaysia Road Show 2026 (TMMR'26) kembali hadir dan kali ini menyambangi Lampung sebagai salah satu daerah strategis untuk memperkuat kerja sama sektor pariwisata antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri pariwisata, agen perjalanan, hingga perhotelan untuk memperkenalkan potensi wisata Malaysia, khususnya Kuala Lumpur, sekaligus membuka peluang kolaborasi wisata dua arah dengan Lampung.
CEO dan Co-Founder Travel4All, Ade Azri Reza atau yang akrab disapa Uncle Ade mengatakan, Lampung dipilih karena dinilai memiliki potensi besar sebagai penyumbang wisatawan ke Malaysia.
“Lampung merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak pengunjung ke Malaysia. Apalagi jika nantinya sudah ada penerbangan langsung dari Bandarlampung ke Kuala Lumpur, tentu akan semakin mendorong jumlah wisatawan,” ujarnya saat kegiatan Travel4All Mampir Malaysia Road Show di Lampung.
Menurutnya, road show tahun kedua ini telah berlangsung di sejumlah kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan kini Lampung. Setelah itu, kegiatan akan berlanjut ke Palembang, Medan, Aceh, Pontianak hingga ditutup di Jakarta pada akhir Juli 2026.
Uncle Ade menjelaskan, program Mampir Malaysia bertujuan memperkuat sinergi pariwisata kedua negara. Dukungan dari Tourism Malaysia diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia, sekaligus mendongkrak wisatawan Malaysia ke Indonesia, khususnya Lampung.
Sementara itu, Director of Sales Pacific Regency Hotel Group, Azyra Bt Abdul Hamid mengatakan pihaknya hadir untuk memperkenalkan Kuala Lumpur kepada pelaku wisata Lampung melalui penawaran akomodasi yang ekonomis.
Pacific Regency Hotel Group menawarkan dua hotel di pusat Kota Kuala Lumpur, yakni Pacific Express Chinatown dan Pacific Express Central Market yang masing-masing memiliki sekitar 200 kamar.
“Kami ingin memperkenalkan Malaysia, khususnya Kuala Lumpur kepada penggiat pariwisata Lampung. Hotel kami berada di tengah kota dan dekat dengan destinasi wisata seperti KLCC, KL Tower hingga Menara 118,” katanya.
Pihak hotel juga memberikan promo khusus untuk travel agent berupa tarif 100 Ringgit Malaysia per kamar / per malam, termasuk dua kali sarapan pagi di Hotel dengan syarat minimal rombongan 10 orang. Namun, wisatawan tetap dikenakan pajak pelancongan sebesar 10 Ringgit Malaysia.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah berharap kerja sama pariwisata antara Lampung dan Malaysia dapat semakin erat, terlebih dengan rencana penerbangan langsung Bandarlampung-Kuala Lumpur.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi wisata besar, terutama wisata pantai dan bahari yang dapat menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Malaysia.