BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandarlampung menjadikan sektor pajak hotel dan restoran sebagai salah satu penopang utama untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,164 triliun pada 2027.
Selain meningkatkan kepatuhan wajib pajak, pemerintah juga mengintensifkan penagihan tunggakan pajak yang masih ditemukan pada sejumlah sektor usaha.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bandarlampung Yusnadi Ferianto mengatakan target PAD tahun 2027 dipatok sekitar Rp1,1 triliun dan diyakini dapat direalisasikan melalui optimalisasi seluruh potensi penerimaan daerah.
"Untuk PAD kurang lebih di Rp1,1 triliun," ujar Yusnadi, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, pajak daerah masih menjadi kontributor terbesar terhadap PAD. Sumber penerimaan tersebut berasal dari pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Dalam rancangan target pendapatan daerah tahun 2027, pajak daerah ditargetkan mencapai Rp975 miliar. Sementara retribusi daerah diproyeksikan sebesar Rp49 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp15 miliar, serta lain-lain PAD yang sah lebih dari Rp124 miliar. Dengan demikian, total target PAD Kota Bandar Lampung pada 2027 mencapai Rp1,164 triliun.
Yusnadi mengungkapkan, realisasi PAD hingga saat ini telah melampaui 78 persen dari target tahun berjalan. Capaian tersebut menjadi modal optimisme pemerintah untuk menetapkan target yang lebih tinggi pada tahun depan.
"Capaian PAD kita di atas 78 persen. Insyaallah di tahun 2027 target Rp1,1 triliun bisa tercapai," katanya.
Di sisi lain, Bapenda juga terus mengoptimalkan penagihan tunggakan pajak sebagai upaya meningkatkan penerimaan daerah. Langkah tersebut dilakukan dengan menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih mencatat adanya tunggakan, terutama pada sektor hotel, restoran, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
"Itu sudah kami tindak lanjuti melalui pengawasan. Wajib pajak yang memiliki tunggakan kami panggil," jelasnya.
Menurut Yusnadi, upaya penagihan mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah wajib pajak telah melunasi kewajibannya, termasuk tunggakan PBB yang hingga kini masih terus ditagihkan oleh Bapenda.
"Banyak juga yang sudah melakukan pelunasan tunggakan. Termasuk tunggakan PBB juga terus kami tagihkan," tandasnya. (mel/c1/abd)
