BANDARLAMPUNG – Setelah musim haji 2026 berakhir, Pemerintah Kota Bandarlampung melanjutkan
program umrah gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Sebagai persiapan keberangkatan, pemkot menggelar manasik umrah tahap II yang diikuti ratusan calon
jamaah di aula Semergou, Rabu (10/6).
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan manasik menjadi bekal penting bagi jamaah untuk
memahami tata cara pelaksanaan ibadah umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, umrah bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan perjalanan spiritual yang
membutuhkan kesiapan ilmu, mental, dan fisik.
“Melalui manasik ini kami berharap seluruh jamaah memahami rukun, wajib, hingga sunnah umrah
sehingga ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk,” ujar Eva saat membuka kegiatan tersebut.
Eva yang akrab disapa Bunda Eva juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kebersamaan selama
menjalankan ibadah di Arab Saudi. Ia berharap seluruh peserta dapat saling membantu dan menjaga
satu sama lain selama berada di Mekkah maupun Madinah.
Selain itu, para calon jamaah diminta mulai mempersiapkan kondisi kesehatan mengingat perbedaan
cuaca dan aktivitas di Tanah Suci dengan kondisi di Indonesia.
“Persiapkan kesehatan fisik dan mental sejak sekarang. Kondisi cuaca di sana berbeda sehingga jamaah
harus menjaga stamina agar dapat menjalankan ibadah dengan baik,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Eva juga meminta jamaah menjaga nama baik Indonesia dan Kota Bandar
Lampung dengan menunjukkan sikap tertib, disiplin, sabar, serta berakhlak baik selama menjalankan
ibadah.
Ia turut menitipkan doa agar Bandar Lampung senantiasa diberikan keamanan, kenyamanan, dan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
“Doakan Bandar Lampung menjadi kota yang aman, damai, dan masyarakatnya semakin sejahtera,”
katanya.
Tahun ini, Pemkot Bandar Lampung memberangkatkan sebanyak 580 jamaah umrah gratis yang berasal
dari kalangan masyarakat kurang mampu. Keberangkatan dibagi menjadi tiga kloter.