Prabowo juga mengingatkan bahwa HIPMI lahir dengan semangat nasionalisme dan memiliki peran besar dalam mencetak pemimpin bangsa, baik di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh nasional yang berasal dari HIPMI, seperti Siswono Yudo Husodo, Aburizal Bakrie, hingga Bahlil Lahadalia yang kini menjabat Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
“Sebagai wadah pengusaha muda, HIPMI adalah organisasi yang sangat penting karena melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dan pemimpin ekonomi,” katanya.
Prabowo menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kewirausahaan seperti HIPMI menjadi faktor penting untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan investasi, dan mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader HIPMI untuk melihat kondisi ekonomi nasional secara jujur sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi Indonesia.
Sementara, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo dalam pembukaan Munas XVIII HIPMI.
Menurutnya, kehadiran Presiden menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap peran strategis pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Atas nama keluarga besar BPP HIPMI, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas kehadiran dan arahannya kepada seluruh kader HIPMI. Munas XVIII ini adalah momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, menjaga persatuan, serta menjadi momentum Hari Kewirausahaan Nasional,” ujar Akbar.
Ia menegaskan HIPMI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, sektor swasta, pelaku UMKM, serta seluruh ekosistem usaha di daerah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, Munas XVIII HIPMI juga menjadi agenda penting untuk memilih Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029.
Ketua Organizing Committee Munas XVIII HIPMI, Arief Satria Kurniagung, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar berlangsung tertib, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Munas ini bukan hanya sidang pleno dan pemilihan ketua umum, tetapi juga menjadi ruang business matching, forum ekonomi, dan konsolidasi besar pengusaha muda dari seluruh Indonesia,” katanya.