Prima Imansyah Permana - Rabu, 10 Jun 2026 - 20:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2026 di Novotel Bandarlampung, Rabu (10/6).
Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2026 di Novotel Bandarlampung, Rabu (10/6). - Foto Prima Imansyah Permana

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

Sementara itu, Ketua Steering Committee Munas XVIII HIPMI, Tri Febrianto Damu, menegaskan proses pemilihan akan berjalan secara demokratis, transparan, dan sesuai aturan organisasi.

Empat kandidat yang bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 adalah Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afifuddin Kalla, dan Anthony Leong.

Melalui Munas XVIII ini, HIPMI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan proses regenerasi kepemimpinan organisasi, tetapi juga memperkuat peran pengusaha muda sebagai penggerak ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, mitra strategis pembangunan nasional, dan kekuatan utama menuju Indonesia yang mandiri serta berdaya saing global.

Terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII 2026 di Novotel Bandar Lampung tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang pemilihan Ketua Umum.

Advertisements

Dalam sambutannya pada pembukaan Munas HIPMI XVIII, Rabu 10 Juni 2026 sore, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyebut sedikitnya ada tiga keputusan besar yang harus dihasilkan forum tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut.

"Munas HIPMI tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang pemilihan Ketua Umum semata. Minimal ada tiga keputusan besar yang harus dilakukan dalam Munas," kata Bahlil.

Tiga keputusan penting Munas HIPMI, yaitu menilai laporan pertanggungjawaban Ketua Umum; menyusun dan menetapkan program kerja organisasi; serta, memilih Ketua Umum periode berikutnya.

Menurut Bahlil, ketiga agenda tersebut harus berjalan seimbang agar HIPMI tetap menjadi organisasi kader yang melahirkan entrepreneur berjiwa nasionalis, patriotik, dan cinta tanah air.

Advertisements

"Jangan hanya memikirkan pemilihan Ketua Umum saja, hal yang lainnya juga harus dipikirkan," tegasnya.

Bahlil mengingatkan bahwa HIPMI didirikan dengan semangat pengkaderan yang kuat. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tujuan organisasi disebut untuk mencetak kader-kader entrepreneur yang memiliki semangat kebangsaan.

Ia menilai dinamika kompetisi di HIPMI merupakan bagian dari proses membangun kepemimpinan. "Kader harus berproses. Kalau kita ingin mencari proyek atau peluang bisnis, kita harus fight. Kita harus berkompetisi," ujarnya.

Mantan Ketua Umum HIPMI itu juga mengisahkan pengalamannya ketika maju sebagai calon ketua umum. Ia harus berkeliling daerah selama hampir satu tahun dan menghadapi dinamika dukungan yang naik turun.

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements