‘’Pengamanan tambahan juga diterapkan melalui penggunaan metal detector dan CCTV. Dengan pengaturan posisi kamera yang tidak mengarah langsung ke monitor peserta demi menjaga kerahasiaan soal ujian,” katanya.
Unila, kata Komarudin, juga mencatat pada pelaksanaan UTBK tahun ini terdapat peserta disabilitas, yakni tunarungu dan tunadaksa.
‘’Mereka tetap mengikuti ujian dengan materi yang sama seperti peserta lainnya. Dengan penempatan di lokasi yang memiliki akses lebih mudah guna mendukung kelancaran dan kenyamanan selama pelaksanaan tes,” ujarnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kata Komarudin, penentuan jadwal dan lokasi ujian tahun ini dilakukan secara terpusat setelah seluruh peserta menyelesaikan proses pendaftaran guna pemerataan distribusi peserta.
Untuk menjaga kemurnian seleksi, kata Komarudin, Unila tidak menyelenggarakan kegiatan tryout UTBK.
‘’Namun, peserta disarankan untuk berlatih secara mandiri melalui laman resmi SNBT yang menyediakan contoh soal sebagai gambaran pelaksanaan ujian,” ungkapnya.
Institut Teknologi Sumatera (Itera) juga tidak kalah siap. Sebanyak 8.317 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di kampus Itera yang terbagi dalam dua gelombang mulai 21 April 2026.
Kepala Pusat PMB Itera Dr. Abdul Rajak, M.Si. mengungkapkan, pihaknya menyiagakan 831 komputer utama dan 90 komputer cadangan di 24 ruang ujian. Selain teknis, Itera menghadirkan inovasi unik berupa penyediaan makanan gratis bagi peserta yang hadir lebih awal.
“Kami ingin memastikan peserta dapat mengikuti ujian dengan kondisi lebih siap dan nyaman, termasuk menyediakan makanan ringan melalui dukungan sponsor,” kata Abdul Rajak.
Sementara itu, UIN RIL mencatat sebanyak 231 peserta memilih empat program studi di Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) pada jalur SNBT tahun ini.
Ketua Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL Novrizal Fahmi menegaskan bahwa integritas ujian menjadi prioritas utama.
Pihaknya telah menyiapkan sistem pengawasan berlapis untuk menutup celah kecurangan, termasuk praktik perjokian. (rls/gie/ful)