Gubernur Lampung: Truk Overtonase dan Drainase Tertutup Pemicu Banjir di Metro–Lamteng

Tonase dan Drainase Jadi Catatan Khusus
Prima Imansyah Permana - Rabu, 22 Apr 2026 - 19:14 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau ruas jalan di Metro dan Lampung Tengah, Rabu (22/4).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau ruas jalan di Metro dan Lampung Tengah, Rabu (22/4). - FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADAR LAMPUNG

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNGGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti dua persoalan utama yang berdampak pada kerusakan infrastruktur serta potensi banjir di wilayah Metro dan Lampung Tengah.

Dua persoalan tersebut adalah maraknya kendaraan bertonase besar yang melintas di jalan provinsi, serta saluran drainase yang ditutup oleh warga maupun pelaku usaha.

Hal itu disampaikan usai dirinya meninjau ruas Jalan Pattimura di Kota Metro atau jalur Metro–Kotagajah, serta ruas jalan Wates–Metro, Rabu (22/4).

Dalam peninjauan tersebut, Mirza menemukan sejumlah titik rawan genangan yang disebabkan tidak berfungsinya saluran drainase tersier karena tertutup aktivitas usaha di sekitar lokasi.

Advertisements

Ia menjelaskan, kawasan Metro–Kotagajah merupakan titik terendah di ruas jalan tersebut, sehingga air mudah berkumpul apabila aliran drainase tidak berjalan optimal.

“Di ruas ini ada beberapa tempat usaha yang menutup saluran buangan ke saluran utama, sehingga air akhirnya menggenang di titik ini,” ujarnya.

Menurut Mirza, meskipun telah dibangun saluran tambahan, kondisi topografi yang rendah tetap berpotensi menimbulkan genangan jika saluran tersier tidak difungsikan kembali.

Ia mengingatkan, dampak genangan tidak hanya mengganggu badan jalan, tetapi juga berisiko merendam permukiman warga di sekitarnya.

Advertisements

“Kalau jalannya sudah diperkeras mungkin tidak tergenang, tapi rumah warga yang akan terdampak,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar membuka kembali saluran drainase yang telah tertutup selama lima hingga enam tahun terakhir.

“Mulai besok kita dorong untuk dibuka kembali saluran yang lama,” katanya.

Selain persoalan drainase, Mirza juga menyoroti kerusakan jalan di ruas Wates–Metro yang dipicu oleh kendaraan bertonase besar.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements