Prima Imansyah Permana - Kamis, 14 Mei 2026 - 19:44 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memetakan langkah besar menuju pengembangan energi hijau dan industri berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.--
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memetakan langkah besar menuju pengembangan energi hijau dan industri berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.-- - Foto Adpim

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memetakan langkah besar menuju pengembangan energi hijau dan industri berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Rabu 13 Mei 2026.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad, Mohamad Norza Zakaria.

Kerja sama itu difokuskan pada penyusunan kajian pengembangan energi hijau dan pengelolaan limbah di Lampung. Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain proyek Waste to Energy (WtE), biomassa limbah industri, hingga pengembangan tenaga surya.

Advertisements

Gubernur Mirza menegaskan arah pembangunan Lampung ke depan akan berfokus pada sektor energi, khususnya energi baru terbarukan.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat energi hijau di Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan floating solar panel di sejumlah bendungan.

“Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan,” ujar Mirza.

Pemprov Lampung mencatat sedikitnya terdapat tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150 hingga 200 megawatt per bendungan.

Advertisements

Selain tenaga surya, Lampung juga dinilai memiliki cadangan biomassa besar yang berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. 

Limbah jagung, singkong, padi, nanas hingga bagas tebu disebut berpotensi diolah menjadi biochar maupun sumber energi alternatif.

“Lampung ini punya sekitar 1,3 juta hektar potensi biomassa. Ada padi, jagung, singkong, nanas, bagas tebu, dan lainnya,” katanya.

Tak hanya itu, Lampung juga didorong menjadi daerah pengembangan pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy.

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements