Ia menilai, sejumlah truk dari jalur lintas timur justru memilih melintas di jalan provinsi, padahal akses jalan nasional dinilai sudah memadai.
“Kendaraan bertonase besar akan kita arahkan kembali ke jalan nasional,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, akan segera menyurati perusahaan terkait agar mematuhi aturan penggunaan jalan sesuai kelasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi jalan provinsi yang telah diperbaiki agar tidak kembali rusak.
“Karena akses di Lampung Tengah sudah baik, tapi mereka masih melintas ke sini. Ini yang akan kita tertibkan,” pungkasnya.
Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan pada 2026.
Dari total 62 ruas jalan yang menjadi target penanganan, sebagian besar pekerjaan telah memasuki tahap kontrak, meski masih ada beberapa ruas yang dalam proses lelang.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan saat ini hanya tersisa tiga ruas yang belum terkontrak, salah satunya ruas Metro–Kotagajah yang masih dalam proses lelang tahap kedua.
“Sebagian besar sudah terkontrak, tinggal tiga ruas lagi. Untuk Metro–Kota Gajah masih tahap lelang kedua dan kita menunggu kontraknya,” ujar Taufiqullah, Rabu 22 April 2026.
Ia menjelaskan, belum dimulainya pengerjaan ruas Metro-Kota Gajah karena proses lelang yang baru rampung.
Meski demikian, Gubernur Lampung tetap berencana meninjau langsung lokasi guna memastikan pekerjaan segera berjalan, mengingat tingginya harapan masyarakat agar jalan tersebut segera diperbaiki pasca-Lebaran.
“Pak Gubernur ingin memastikan pekerjaan segera dilakukan oleh UPTD, supaya masyarakat tidak terlalu lama menunggu,” tambahnya.