Rizky Panchanov - Kamis, 23 Jul 2026 - 22:04 WIB
PERBAIKAN: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta pemerintah mengevaluasi SPMB agar sepinya minat di SD negeri tak kembali terulang.
PERBAIKAN: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta pemerintah mengevaluasi SPMB agar sepinya minat di SD negeri tak kembali terulang. - FOTO DOK MPR

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

Data dalam kurun waktu satu dekade menunjukkan jumlah siswa SD negeri mengalami penurunan. Pada 2016, jumlah murid SDN mencapai 22,4 juta orang, tetapi turun menjadi 20,3 juta pada 2022. Sebaliknya, jumlah siswa sekolah dasar swasta mengalami kenaikan dari 3,1 juta menjadi 3,7 juta pada periode yang sama.

“Ini indikasi jelas bahwa orang tua mencari layanan pendidikan yang lebih responsif. Sekolah negeri wajib meningkatkan mutu,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rerie mendorong pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya dengan segera menyusun peta jalan pendidikan yang menggunakan data kependudukan secara akurat sebagai dasar menentukan lokasi pembangunan sekolah sekaligus kebutuhan kapasitas pendidikan di setiap daerah.

Selain itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan pendidikan yang dirancang dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Advertisements

“Data sudah berbicara. Sekarang saatnya bertindak nyata. Perbaiki sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dari akar masalahnya, agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil dan bermutu,” pungkas Rerie.(mpr/nca)

 

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements