Data dalam kurun waktu satu dekade menunjukkan jumlah siswa SD negeri mengalami penurunan. Pada 2016, jumlah murid SDN mencapai 22,4 juta orang, tetapi turun menjadi 20,3 juta pada 2022. Sebaliknya, jumlah siswa sekolah dasar swasta mengalami kenaikan dari 3,1 juta menjadi 3,7 juta pada periode yang sama.
“Ini indikasi jelas bahwa orang tua mencari layanan pendidikan yang lebih responsif. Sekolah negeri wajib meningkatkan mutu,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rerie mendorong pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya dengan segera menyusun peta jalan pendidikan yang menggunakan data kependudukan secara akurat sebagai dasar menentukan lokasi pembangunan sekolah sekaligus kebutuhan kapasitas pendidikan di setiap daerah.
Selain itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan pendidikan yang dirancang dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Data sudah berbicara. Sekarang saatnya bertindak nyata. Perbaiki sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dari akar masalahnya, agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil dan bermutu,” pungkas Rerie.(mpr/nca)
