Dengan model sinergi seperti ini, pembangunan bisa berjalan beriringan. Program pemerintah berjalan, swadaya warga juga jalan.
Jalan sepanjang 5 KM yang sudah jadi kini sangat dirasakan manfaatnya. Akses ke kebun, ke sekolah, dan ke pusat desa menjadi lebih mudah dan cepat.
Mobilitas hasil pertanian juga lebih lancar. Yang dulunya becek saat hujan, kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Warga jadi semangat. Kalau jalan bagus, ekonomi ikut bergerak," tambah Heru.
Gerakan di Desa Bandar Agung menjadi contoh partisipasi masyarakat adalah bagian penting dalam pembangunan. Pemerintah menyediakan program, warga mengambil peran untuk mempercepat di titik-titik yang sangat dibutuhkan.
"Kami tidak menunggu. Kami bergerak. Tapi kami juga bersyukur pemerintah tidak meninggalkan kami. Ini bukti kalau bersinergi, hasilnya akan lebih cepat dirasakan," pungkas Marwanto.
Hingga kini, warga di 26 dusun di Bandar Agung masih terus berkoordinasi untuk menentukan titik pembangunan selanjutnya. Targetnya, setiap tahun ada tambahan ruas jalan baru, baik dari program pemerintah maupun dari swadaya masyarakat.(*)
