Meski memastikan tidak ikut bertarung, Prof. Marselina menyampaikan pandangannya mengenai tiga kriteria utama yang menurutnya harus dimiliki calon rektor ideal untuk membawa Unila melangkah lebih jauh pada periode 2027–2031.
Pertama, calon rektor ideal dinilai harus sudah “selesai” dengan dirinya sendiri. Menurutnya, figur tersebut sebaiknya berstatus profesor, mapan secara finansial, serta tidak lagi memiliki tanggungan besar terkait keluarga maupun pendidikan anak.
Kondisi tersebut dinilai penting agar rektor dapat sepenuhnya mendedikasikan diri untuk memajukan institusi tanpa terganggu kepentingan pribadi.
Kedua, rektor mendatang harus memiliki jejaring atau networking yang kuat dan luas, baik di sektor bisnis maupun pemerintahan. Jejaring tersebut dinilai penting untuk membuka peluang pendanaan eksternal sehingga kampus tidak terus bergantung pada penerimaan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Ketiga, calon rektor harus memiliki visi yang kuat dan kemampuan untuk menerjemahkan pandangan strategis jangka panjang ke dalam aksi nyata.
Menutup pandangannya, Prof. Marselina menilai peluang untuk memimpin Unila terbuka bagi figur laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, ia mengaku memiliki intuisi bahwa pemimpin Unila pada periode mendatang kemungkinan besar berasal dari kalangan laki-laki.(gie/nca)
