BANDARLAMPUNG – Senat Universitas Lampung (Unila) mulai mempersiapkan tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila periode 2027-2031. Saat ini, senat tengah menyusun peraturan yang akan menjadi dasar pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan.
Sekretaris Senat Unila Heru Wahyudi mengatakan penyusunan regulasi tersebut masih berlangsung.
Aturan itu akan mengatur mekanisme pemilihan, jadwal, persyaratan bakal calon, hingga pembentukan panitia pemilihan.
”Saat ini kami sedang menyiapkan peraturan senat mengenai penjaringan Pemilihan Rektor Unila 2027-
2031, termasuk tata cara dan tata tertib pelaksanaannya,”kata Heru di ruang Senat Unila, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, rincian mengenai persyaratan, jadwal, dan tahapan Pilrek akan diumumkan setelah Peraturan Senat disahkan. Informasi tersebut nantinya dapat diakses melalui kanal resmi Universitas Lampung maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Heru menambahkan, Senat belum dapat menyampaikan nama-nama bakal calon yang akan mengikuti kontestasi, termasuk kemungkinan adanya kandidat dari luar lingkungan internal Unila.
Menurutnya, seluruh informasi mengenai proses penjaringan akan disampaikan secara terbuka setelah regulasi selesai disusun.
”Senat menjamin proses Pemilihan Rektor Unila nantinya berlangsung transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi,” tegasnya.
Sementara itu, bursa calon Rektor Unila mulai mengemuka. Dosen Fakultas Hukum Unila, Dr. Budiyono, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti pemilihan rektor periode 2027-2031.
”Saya mencalonkan diri sebagai Rektor Unila periode 2027-2031,” ujar Budiyono saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Budiyono mengusung konsep kepemimpinan bertajuk GASPOL, akronim dari Global, Adaptif, Smart, Profesional, Optimis, dan Leadership. Menurutnya, konsep tersebut menjadi arah pengembangan Universitas Lampung apabila dirinya mendapat amanah memimpin kampus.
”GASPOL merupakan kumpulan gagasan untuk membawa Unila berkembang melalui masukan dari berbagai kalangan akademisi. Konsep ini disiapkan sebagai arah pengembangan kampus ke depan,” katanya.
Terkait persaingan dalam Pilrek, Budiyono mengaku belum mengetahui siapa saja yang akan maju sebagai bakal calon karena proses penjaringan masih dipersiapkan oleh Senat.
