Dari Ide Ke Panggung, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Profesionalisme dan Ekosistem Seni Indonesia

Yuda Pranata - Selasa, 05 Mei 2026 - 05:10 WIB
Seni pertunjukan terus menjadi bagian vital dalam perkembangan kebudayaan Indonesia, tidak hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan komunikasi antara seniman dan publik.
Seni pertunjukan terus menjadi bagian vital dalam perkembangan kebudayaan Indonesia, tidak hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan komunikasi antara seniman dan publik. - Ist

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

4. Lampung (13 Mei 2026) di Gedung Dewan Kesenian Lampung, menghadirkan Hartati dan Pradetya Novitri.

Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 18-35 tahun yang mewakili komunitas seni dengan rekam jejak di bidang seni pertunjukan.

Pendaftaran telah dibuka pada 13 April hingga 31 Mei 2026. Peserta dapat mendaftarkan diri dengan mengirimkan proposal karya yang memuat latar belakang, sinopsis, ide dan konsep kreatif, profil tim inti (minimal tiga orang), portofolio komunitas, timeline rencana produksi selama Agustus - Oktober 2026, rancangan anggaran maksimal 35 juta rupiah, kontak tim produksi, serta tautan media sosial komunitas.

Peserta juga diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu proposal, di mana 13 proposal terbaik akan mendapatkan fasilitas dana produksi, workshop, serta mentoring dari para praktisi seni berpengalaman.

Advertisements

Program ini akan berlangsung dalam beberapa tahap seleksi dan pengembangan, sebagai berikut:

- Juni 2026: Seleksi 100 besar, kemudian dilanjut dengan seleksi 25 besar

- Juni 2026: Workshop online untuk 25 besar

- Juli 2026: Pitching proposal dan penjurian, dan pengumuman 13 proposal terpilih

Advertisements

- Agustus 2026: Workshop onsite untuk 13 besar di Jakarta

- Agustus - November 2026: Mentoring dan produksi karya

- November - Desember 2026: Pentas karya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Untuk memastikan kualitas dan relevansi karya yang terpilih, proses kurasi akan dilakukan oleh Keni Soeriaatmadja, Mitae Mita, serta Bakti Budaya Djarum Foundation. Keni dikenal sebagai penari, produser, dan kurator yang aktif mengembangkan ruang belajar bagi koreografer muda melalui Sasikirana KoreoLAB & Dance Camp, sementara Mitae berpengalaman sebagai Festival Manager, Production Manager, dan Stage Manager dalam berbagai gelaran seni dan budaya serta turut menginisiasi berdirinya Asosiasi Pekerja Industri (API) Pertunjukan Indonesia.

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements