“Pertandingan ini sangat intens. Sangat sulit. Mereka bermain sepak bola di level tertinggi. Kedua tim mirip, kami suka melakukan pressing tinggi. Kami sangat senang.”
Keberhasilan ini membuat PSG berpeluang menjadi klub kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun sejak era 1990-an.
Gelandang muda PSG, Joao Neves, juga menyoroti kekompakan tim sebagai faktor utama keberhasilan mereka mencapai final.
“Kami tidak mengubah pendekatan kami, kami tidak mengubah hal-hal yang biasa kami lakukan. Pelatih meminta kami untuk menekan, menyerang, bertahan... untuk memberikan segalanya dan berlari untuk satu sama lain.” Tukasnya.(nca)
Advertisements