Pastikan Penyaluran Dryer Tepat Sasaran!

//Jangan Sampai Bantuan 500 Alat Pengering Berakhir Jadi Besi Tua
Prima Imansyah Permana - Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02 WIB
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila) Vincensius Soma Ferrer
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila) Vincensius Soma Ferrer - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Program bantuan dryer merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Lampung untuk memperkuat hilirisasi pertanian di desa.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sempat menegaskan bahwa pembangunan ke depan tidak boleh lagi bergantung pada penjualan komoditas mentah.

“Pengeringan padi dan jagung harus bisa dilakukan di desa. Nilai tambah jangan keluar, tapi harus dinikmati masyarakat lokal,” kata Mirza.

Pernyataan ini menjadi pengakuan bahwa selama ini Lampung masih menghadapi persoalan klasik, seperti kaya hasil pertanian, tetapi miskin nilai tambah.

Advertisements

Banyak hasil panen petani dijual dalam kondisi mentah dengan harga murah, lalu diolah di luar daerah dan menghasilkan keuntungan berlipat.

Menurut Vincensius, jika dikelola serius, dryer dapat menciptakan efek domino besar bagi desa. Aktivitas pascapanen yang selama ini terpusat di luar desa bisa mulai tumbuh di tingkat lokal. Hal ini membuka peluang akan munculnya BUMDes berbasis pengolahan hasil tani, koperasi desa, jasa distribusi, hingga industri kecil berbasis pertanian

“Ini bukan hanya soal pendapatan petani. Tapi bisa menggerakkan ekonomi desa secara keseluruhan,” katanya.

Artinya, desa tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mulai bergerak menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif.

Advertisements

Vincensius juga meminta Pemprov Lampung tidak berhenti pada seremoni pembagian bantuan. Pemerintah diminta menyiapkan sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat agar alat benar-benar produktif dan tidak disalahgunakan.

Mulai dari mekanisme pengelolaan, pola operasional, hingga evaluasi hasil harus dibuat jelas sejak awal. “Harus ada skema kelembagaan yang matang supaya alat ini benar-benar menghasilkan sirkulasi ekonomi di desa,” tegas Vincensius.

Vincensius mengaku, Program 500 dryer sejatinya bisa menjadi penting bagi Lampung untuk keluar dari jebakan ekonomi berbasis bahan mentah. Namun masyarakat kini menunggu apakah program ini benar-benar dirancang untuk membangun ekonomi desa, atau hanya menjadi proyek bantuan yang ramai di awal lalu sunyi tanpa hasil.

“Sebab jika salah sasaran, ratusan dryer itu bukan akan menghidupkan hilirisasi melainkan hanya menjadi besi tua mahal yang terlupakan,” katanya. (pip/c1/yud)

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements