Dalam pemaparannya, Prof. Adam Malik menekankan pentingnya menghasilkan riset yang tidak hanya selesai pada publikasi, tetapi juga memiliki dampak dan disitasi oleh peneliti lain.
“Penelitian merupakan proses ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh pengetahuan baru, memverifikasi kebenaran, atau memecahkan suatu permasalahan,” ujarnya.
Ia mendorong peserta untuk menyusun proposal yang baik sebagai dasar menghasilkan penelitian dan publikasi yang berkualitas. Menurutnya, alur tersebut dimulai dari proposal yang baik, menghasilkan paper yang baik, hingga akhirnya disitasi oleh banyak pihak.
“Semakin banyak disitasi, itu menunjukkan bahwa karya kita menjadi rujukan. Selain berdampak secara akademik, juga bisa menjadi amal jariyah karena ilmunya bermanfaat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar publikasi tidak berhenti sebagai formalitas, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk peluang kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.
Sementara itu, Dr. Siti Ummi Masruroh, M.Sc. dalam sesi materinya mengenalkan Data & Software Engineering Research Group (DSERG), sebagai salah satu contoh pengembangan kelompok riset yang terarah dan kolaboratif. (*)