BANDARLAMPUNG – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan
kunjungan kerja ke Lampung, Jumat (8/5).
Titik kunjungan di antaranya di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Margasari, Kecamatan
Labuhanmaringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Setelah itu, Wapres termuda ini mengunjungi SMKN 4 Bandarlampung dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo.
Dalam kunjungannya di Bandarlampung, Gibran mengatensi vokasi ke Jepang dan pelayanan kesehatan
(yankes).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau program kelas vokasi menuju Jepang sekaligus melihat
pelayanan kesehatan dan pengembangan fasilitas rumah sakit di Bandarlampung.
Di SMKN 4 Bandarlampung, Wapres tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan meninjau aktivitas pembelajaran
serta keterampilan siswa. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama para siswa dan guru.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pihaknya menyampaikan langsung kepada
Wapres terkait program kelas vokasi yang dipersiapkan untuk penyaluran tenaga kerja ke Jepang.
Menurut Mirza, Pemprov Lampung mengusulkan agar pelaksanaan tes kemampuan bahasa Jepang level
N4 dapat dilakukan di Lampung sehingga peserta tidak perlu mengikuti ujian di Jakarta maupun
Palembang.
“Kami berharap tes ini bisa dilaksanakan di Lampung karena banyak lulusan SMA dan SMK yang
mengikuti program kelas vokasi menuju Jepang,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mengusulkan tambahan tenaga pengajar bahasa Jepang karena saat
ini masih kekurangan sekitar 80 guru.
“Beliau menyambut baik usulan tersebut dan mendukung penambahan guru bahasa Jepang di
Lampung,” kata Mirza.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menyebut
pemerintah pusat siap membantu percepatan pelaksanaan Japanese-Language Proficiency Test (JLPT)
dan Japan Foundation Test (JFT) di Lampung.
Menurut Thomas, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Japan Foundation untuk membentuk
panitia daerah guna mempercepat pelaksanaan ujian kemampuan bahasa Jepang tersebut.
Ia menjelaskan, dari total awal 8.500 peserta program kelas vokasi Jepang, sekitar 5.000 peserta lolos
tahap skrining dan sebanyak 620 peserta dinilai siap mengikuti ujian N4.
