Itera-Pemprov Lampung Kolaborasi Kembangkan TTG

Dalam Mendukung Program Desaku Maju
Syaiful Mahrum - Senin, 11 Mei 2026 - 21:53 WIB
KOLABORASI: Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera Ir. Arif Rohma, S.T., M.T., beserta tim dosen dengan Kepala Bappeda Lampung Dr. Anang Risgiyanto, S.KM., M.Kes. membahas program Desaku Maju di kantor Bappeda, Senin (11/5).
KOLABORASI: Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera Ir. Arif Rohma, S.T., M.T., beserta tim dosen dengan Kepala Bappeda Lampung Dr. Anang Risgiyanto, S.KM., M.Kes. membahas program Desaku Maju di kantor Bappeda, Senin (11/5). - FOTO HUMAS ITERA

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG — Institut Teknologi Sumatera (Itera) berkolaborasi dengan Pemprov Lampung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendukung program Desaku Maju yang akan diterapkan di 30 desa se-Lampung. Pada program yang menjadi upaya membangun ekonomi desa berbasis hilirisasi komoditas unggulan daerah, Itera akan berperan dalam pengembangan teknologi tepat guna (TTG) hingga penyusunan proses bisnis berbasis ekonomi lokal.

Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera Ir. Arif Rohma, S.T., M.T., beserta tim dosen dengan Kepala Bappeda Lampung Dr. Anang Risgiyanto, S.KM., M.Kes. di kantor Bappeda, Senin (11/5).

Anang mengatakan, program Desaku Maju menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas unggulan dan kemitraan multipihak. Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar pada sektor pertanian seperti singkong, padi, dan jagung. Namun, selama ini hasil panen masih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diterima masyarakat desa belum optimal. 

“Substansi program ini adalah menghilirisasi produk unggulan desa. Tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Anang.

Advertisements


Anang mencontohkan komoditas singkong yang selama ini lebih banyak dipasarkan ke pabrik tanpa pengolahan lanjutan di tingkat desa. Kondisi tersebut membuat keuntungan ekonomi yang diterima petani masih terbatas. Karena itu, menurut Anang, pengembangan teknologi menjadi kunci untuk mendukung proses hilirisasi produk desa. Ia menilai Itera memiliki kapasitas dalam riset dan rekayasa teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kalau membeli alat jadi, sering kali muncul persoalan karena tidak sesuai kebutuhan di lapangan. Itera paling memahami bagaimana mengembangkan teknologi sesuai keunggulan masing-masing desa,” kata Anang.


Selain pengembangan alat, Itera juga dinilai memiliki kemampuan dalam merancang model bisnis berbasis potensi wilayah sehingga program hilirisasi tidak berhenti pada penyediaan teknologi semata. Salah satu contoh penerapan program tersebut telah dilakukan di Desa Wonomarto, Kabupaten Lampung Utara. Desa percontohan itu memanfaatkan teknologi dryer atau alat pengering berkapasitas 20 ton untuk mendukung pengolahan hasil pertanian. Pemprov Lampung memperkirakan kebutuhan alat pengering di daerah mencapai sekitar 150 unit, sementara ketersediaan saat ini masih terbatas.

Sementara Arif Rohman mengatakan, Itera telah memiliki pengalaman membina sejumlah desa sejak 2016. Dalam program Desaku Maju, Itera akan melakukan analisis kewilayahan dan identifikasi proses bisnis untuk memetakan potensi unggulan desa. Selanjutnya hasil identifikasi tersebut akan digunakan untuk menentukan kebutuhan teknologi dan peralatan yang tepat, termasuk pemanfaatan inovasi dan alat karya sivitas akademika Itera yang telah dipatenkan.  

Advertisements

“Melalui kolaborasi ini diharapkan desa-desa di Lampung mampu berkembang menjadi desa mandiri berbasis inovasi teknologi dengan kekuatan ekonomi lokal yang lebih berdaya saing,” ungkap Arif Rohman. (rls/ful)

 

Share:
Editor: Syaiful Mahrum
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements