BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong transformasi pendidikan berbasis data melalui pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) pada jenjang SMA/SMK/SLB/MA.
Tingkat kesiapan satuan pendidikan yang sangat tinggi menjadi fondasi penting dalam pemetaan mutu pendidikan yang lebih akurat dan berkelanjutan.
Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di Lampung sejalan dengan visi daerah “Bersama Lampung Maju, Menuju Indonesia Emas 2045” yang dijalankan melalui Program 3 Cita, yakni penguatan ekonomi inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
“Pendidikan menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang berdaya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Lampung mendukung penuh pelaksanaan TKA sebagai instrumen strategis untuk memetakan capaian pembelajaran secara objektif dan terstandar.
Berdasarkan data 2025, pelaksanaan TKA pada jenjang SMA/SMK/SLB/MA berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sementara itu, kesiapan pelaksanaan TKA tahun 2026 juga menunjukkan capaian yang sangat tinggi. Untuk jenjang SD/MI mencapai 99,96 persen, SMP/MTs 99,77 persen, pendidikan kesetaraan 94 persen, dan SLB sebesar 74 persen.
Dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis data tersebut, Pemprov Lampung telah melakukan berbagai langkah strategis.
Mulai dari pembentukan tim teknis berjenjang, verifikasi kesiapan infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, hingga penguatan koordinasi lintas daerah.
Selain itu, sistem pendaftaran peserta dilakukan secara kolektif dengan proses verifikasi ketat guna memastikan akurasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang terkendala jaringan internet dan pasokan listrik.
Untuk mengatasinya, Pemprov Lampung telah berkoordinasi dengan PLN dan penyedia layanan internet, serta menerapkan moda semi online disertai penguatan dukungan teknis di lapangan.
