BANDARLAMPUNG – Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) yang sempat menjadi sorotan karena minimnya jumlah pasien kini mulai menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengklaim kunjungan pasien meningkat seiring berbagai pembenahan layanan dan fasilitas kesehatan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan kondisi RSBNH saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, peningkatan jumlah pasien tidak lepas dari hadirnya sejumlah layanan medis baru yang sebelumnya tidak tersedia.
"Kalau mengikuti perkembangannya, saat ini peningkatan kunjungan pasien sudah cukup signifikan.
Pelayanan di rumah sakit juga meningkat. Sekarang sudah tersedia layanan operasi mata, hemodialisis (cuci darah), dan berbagai pelayanan medis yang sebelumnya belum ada," ujar Jihan, Senin (13/7).
Ia menuturkan, Pemprov Lampung terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSBNH melalui berbagai inovasi pelayanan. Salah satunya dengan menyediakan layanan antar-jemput pasien serta menghadirkan layanan unggulan seperti hemodialisis dan operasi mata.
"Setiap periode kami terus berinovasi dengan strategi baru. Layanan hemodialisis dan operasi mata
menjadi salah satu daya tarik agar masyarakat mau datang berobat ke Rumah Sakit Bandar Negara Husada," katanya.
Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan RSBNH juga menjadi pembahasan dalam rapat pengembangan rumah sakit yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, pada 30 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah langkah strategis, mulai dari peningkatan mutu pelayanan, penguatan fasilitas kesehatan, percepatan akreditasi, hingga perluasan sistem rujukan pasien.
Marindo menegaskan RSBNH merupakan salah satu wajah pelayanan kesehatan Pemerintah Provinsi Lampung sehingga peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas.
"Bandar Negara Husada adalah bagian dari wajah pelayanan publik Pemerintah Provinsi Lampung. Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berjalan secara optimal," ujarnya.
Menurut Marindo, investasi pada peralatan medis dan ruang operasi mulai memberikan hasil positif. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien serta naiknya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR).
Saat ini RSBNH telah mengantongi akreditasi tingkat Utama dan sedang mempersiapkan akreditasi Paripurna.
Ke depan, rumah sakit tersebut akan terus mengembangkan layanan melalui penguatan ruang Intensive Care Unit (ICU), optimalisasi pelayanan dokter spesialis ortopedi dan bedah mulut, serta pengembangan operasi katarak modern menggunakan metode phacoemulsification.
