Pengadaan Alkes RSUD Krui Diisukan Markup

// Kemenkes Klaim Sudah Sesuai Aturan dan Transparansi
Yuda Pranata - Minggu, 21 Jun 2026 - 19:59 WIB
Kementerian Kesehatan membantah isu dugaan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD K.H. Muhammad Thohir, Krui, Pesisir Barat.
Kementerian Kesehatan membantah isu dugaan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD K.H. Muhammad Thohir, Krui, Pesisir Barat. - Foto dok. disway

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membantah isu dugaan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD K.H. Muhammad Thohir, Krui, Pesisir Barat, Lampung.
Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya informasi di media sosial yang menyebut nilai pengadaan mencapai Rp30 miliar hanya untuk layanan HD.
Pihak Kemenkes menegaskan bahwa angka tersebut tidak tepat dan perlu diluruskan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa nilai Rp30 miliar merupakan bagian dari total bantuan alkes canggih yang diberikan kepada setiap rumah sakit daerah dalam program nasional.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win yang dijalankan melalui skema SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network).
Dalam program ini, setiap RSUD memperoleh dukungan alat kesehatan modern seperti cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, hingga mammography.
“Untuk RSUD Krui, nilai bantuan alkes canggih tahun ini mencapai sekitar Rp31,7 miliar. Angka tersebut mencakup berbagai layanan, bukan hanya hemodialisis,” ujar Aji dalam pesan singkat ke Disway.id, Sabtu, 20 Juni 2026.
Selain alkes canggih, pemerintah juga menyalurkan bantuan alkes dasar dengan nilai berkisar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar per rumah sakit dan RSUD Krui sendiri menerima sekitar Rp25 miliar untuk periode anggaran 2025–2026.
“Berbagai perangkat yang diberikan meliputi tempat tidur pasien, ventilator, mesin anestesi, defibrillator, alat USG, hingga perlengkapan ICU dan ruang operasi,” kata Aji.
Secara keseluruhan, total dukungan alkes untuk RSUD Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar, di mana Kemenkes memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan sesuai aturan dan prinsip transparansi.
Penguatan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Pesisir Barat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (10/6/2026). Kehadiran rumah sakit tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata hingga ke wilayah pesisir dan daerah terpencil di Provinsi Lampung.
Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir merupakan bagian dari program percepatan pembangunan rumah sakit pemerintah pusat yang diinisiasi menyusul usulan Gubernur Lampung agar masyarakat Pesisir Barat dan wilayah sekitarnya memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas kesehatan modern di Kabupaten Pesisir Barat. Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
“Saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai,” ujar Presiden.
Sebelum peresmian, Presiden bersama Gubernur Lampung dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang telah tersedia, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli anak, poli gigi, poli umum, poli THT, poli kandungan dan kebidanan, hingga poli penyakit dalam.
Gubernur Lampung menilai kehadiran RSUD KH Muhammad Thohir menjadi langkah penting dalam memperkuat pemerataan pembangunan kesehatan di Lampung, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap rumah sakit rujukan.
Rumah sakit tersebut dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp152,99 miliar. Pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen pada akhir tahun 2025 dan kini siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mendorong pembangunan bidang kesehatan dengan dukungan Pemerintah Pusat melalui usulan pembangunan rumah sakit di Pesisir Barat oleh Gubernur Lampung pada  November 2024, usulan pembangunan jalan masuk ke rumah sakit dan dilanjutkan dengan usulan pembangunan jalan melalui IJD tahun 2026.
Dari sisi kapasitas, RSUD KH Muhammad Thohir mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya sekitar 98 tempat tidur menjadi 137 tempat tidur. Rumah sakit ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), layanan hemodialisa, kamar operasi, radiologi, laboratorium, layanan rawat jalan, serta ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa RSUD KH Muhammad Thohir merupakan salah satu dari 66 rumah sakit yang dibangun pemerintah pusat untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan daerah. 
Rumah sakit tersebut diproyeksikan mampu menangani lima kelompok penyakit penyebab kematian tertinggi, yakni stroke, jantung, kanker, gangguan ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
Selain gedung dan fasilitas pelayanan yang telah selesai dibangun, pemerintah juga terus melengkapi kebutuhan alat kesehatan modern dan tenaga medis spesialis guna memastikan layanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Dengan beroperasinya RSUD KH Muhammad Thohir, Pemerintah Provinsi Lampung berharap masyarakat Pesisir Barat, Lampung Barat, dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan kesehatan rujukan yang lebih mudah dijangkau, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke Bandar Lampung maupun ke luar daerah. (disway/c1/yud)

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements